10 Hektare Lahan di Ponorogo Terbakar, DPRD Jatim Desak Mitigasi Diperkuat
Kebakaran hutan dan lahan menghanguskan sekitar 10 hektare lahan di Ponorogo. Anggota Komisi D DPRD Jatim Miseri Efendy mendesak penguatan mitigasi, kesiapsiagaan, dan respons cepat menghadapi karhutla.
Karhutla Hanguskan 10 Hektare Lahan di Ponorogo
PONOROGO — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Jawa Timur. Sedikitnya 10 hektare lahan di Kabupaten Ponorogo hangus terbakar akibat musim kemarau dan hembusan angin yang membuat api cepat merambat.
Baca Selengkapnya: Kekeringan 2026, DPRD Jatim Ingatkan Risiko Karhutla
Kejadian tersebut memantik perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk jajaran legislatif tingkat provinsi.
Tim gabungan yang terdiri atas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan relawan setempat terus berjibaku di lapangan. Mereka berupaya memadamkan api sekaligus melokalisasi titik-titik kebakaran agar tidak semakin meluas, terutama ke area permukiman warga.
DPRD Jatim Dorong Penguatan Mitigasi Karhutla
Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Miseri Efendy, menyampaikan keprihatinannya. Ia mendesak pemerintah daerah dan dinas kehutanan terkait segera meningkatkan langkah mitigasi serta memperkuat respons cepat dalam menghadapi bencana karhutla.
Baca Selengkapnya: Pacitan Kekeringan, Agus Cahyono Dorong Peta Bencana Jatim
“Kejadian karhutla yang menghanguskan 10 hektare lahan di Ponorogo ini harus menjadi alarm keras bagi kita semua. Pemerintah daerah tidak boleh lengah. Perlu ada evaluasi menyeluruh terkait kesiapsiagaan personel di lapangan, ketersediaan alat pemadam, dan skema penyediaan air di titik-titik rawan,” tegas politikus Partai Demokrat tersebut, Sabtu (29/08/2026).
Mantan Wakil Ketua DPRD Ponorogo itu juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah membesar, tetapi harus dimulai dari upaya pencegahan.
Kebakaran Mulai Mengganggu Permukiman Warga
“Kami mengimbau masyarakat sekitar hutan untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membuka lahan dengan cara dibakar. Patroli rutin dari instansi terkait juga harus lebih digencarkan selama musim kemarau ini,” pungkasnya.
Baca Selengkapnya: Kebakaran Hutan Bromo Meluas, DPRD Jatim Minta Pemprov Percepat Mitigasi dan Pemadaman
Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Perhutani Ponorogo juga mulai mengganggu permukiman warga sekitar. Kepulan asap dari lokasi kebakaran dilaporkan mengarah langsung ke sejumlah rumah warga.
Kebakaran terjadi di petak 112 A, RPH Slahung, TKPH Ponorogo Selatan. Api membakar sejumlah pohon eucalyptus dan jati yang berada di kawasan hutan tersebut. (Yul)










