Dewanti Rumpoko Dorong Infrastruktur Malang Raya Perkuat Daya Saing Investasi
Dewanti Rumpoko mendorong penguatan infrastruktur Malang Raya guna meningkatkan daya saing investasi dan memperluas manfaat ekonomi bagi UMKM serta tenaga kerja lokal.
SURABAYA — Ketersediaan akses transportasi dan infrastruktur penunjang menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing investasi di Malang Raya. Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, menilai pembangunan fasilitas pendukung kegiatan ekonomi perlu diarahkan agar pertumbuhan sektor industri dan pariwisata memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.
Dewanti menyoroti pentingnya konektivitas antarkawasan, terutama untuk mendukung pergerakan barang, aktivitas usaha, serta akses menuju pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, keberadaan infrastruktur yang memadai dapat memperbesar peluang daerah dalam menarik investasi sekaligus mengembangkan potensi usaha masyarakat.
“Masifnya investasi di sektor pariwisata maupun industri harus diikuti dengan kesiapan infrastruktur yang matang. Pembangunan jalur transportasi dan akses penunjang bukan sekadar mengejar serapan anggaran, melainkan instrumen utama untuk mendatangkan investor baru sekaligus memperkuat sektor UMKM lokal,” ujar Dewanti, Jumat (02/10/2026).
Pernyataan tersebut menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari upaya memperkuat aktivitas ekonomi daerah, bukan semata-mata menambah fasilitas fisik. Ketersediaan akses yang baik diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar, mengurangi hambatan distribusi, dan mempermudah mobilitas masyarakat.
KEK Singhasari dan Peluang Pertumbuhan Ekonomi Malang Raya
Salah satu kawasan yang memiliki potensi pengembangan ekonomi adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari di Kabupaten Malang. Kawasan tersebut diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi digital, pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia.
Keberadaan KEK Singhasari memperlihatkan bahwa peluang investasi Malang Raya tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata konvensional. Pengembangan industri berbasis teknologi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja juga menjadi bagian dari potensi ekonomi kawasan.
Meski demikian, keberadaan pusat kegiatan ekonomi membutuhkan dukungan infrastruktur di luar kawasan itu sendiri. Kemudahan akses dari wilayah sekitar, jaringan transportasi, serta fasilitas pelayanan dasar merupakan faktor yang perlu diperhatikan agar pengembangan kawasan dapat terhubung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dalam konteks tersebut, pengembangan KEK Singhasari dapat menjadi salah satu momentum untuk memperkuat keterhubungan antara pusat investasi dan pelaku usaha lokal.
Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan aksesibilitas berpotensi membuka kesempatan memperluas pasar maupun menjalin kerja sama dengan kegiatan usaha yang berkembang di sekitar kawasan investasi.
Konektivitas Malang Selatan Perlu Mendapat Perhatian
Persoalan aksesibilitas juga berkaitan dengan potensi pengembangan wilayah Malang Selatan yang memiliki sejumlah destinasi wisata dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Dewanti sebelumnya memberikan perhatian terhadap perubahan status ruas Jalan Gondanglegi–Balekambang menjadi jalan nasional. Peningkatan status tersebut dinilainya membuka peluang percepatan pembangunan akses transportasi menuju kawasan selatan Kabupaten Malang.
Konektivitas yang lebih baik dapat mendukung pengembangan destinasi wisata, memperlancar distribusi hasil usaha masyarakat, dan meningkatkan keterjangkauan kawasan yang selama ini membutuhkan dukungan infrastruktur.
Namun, manfaat pembangunan jalan tidak hanya ditentukan oleh kondisi ruas utama. Keterhubungan dengan jalan lokal, pusat produksi, kawasan permukiman, dan fasilitas publik juga menjadi bagian penting agar peningkatan akses benar-benar dirasakan masyarakat.
Investasi Perlu Membuka Ruang bagi UMKM dan Tenaga Kerja Lokal
Selain pembangunan infrastruktur, manfaat investasi terhadap perekonomian masyarakat menjadi perhatian dalam pengembangan Malang Raya.
Masuknya modal ke suatu kawasan belum tentu secara otomatis meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitarnya. Dampak ekonomi juga bergantung pada keterlibatan pelaku usaha lokal, kebutuhan tenaga kerja, serta peluang terbentuknya kegiatan ekonomi pendukung.
Karena itu, pengembangan kawasan investasi perlu memperhatikan hubungan antara investor dan potensi ekonomi daerah. Kegiatan industri, pariwisata, maupun ekonomi digital dapat menjadi peluang bagi UMKM apabila tersedia akses untuk terlibat dalam rantai pasok dan pelayanan pendukung.
Penguatan kompetensi tenaga kerja juga relevan untuk memastikan masyarakat setempat memiliki kesempatan mengikuti kebutuhan industri yang berkembang.
Dengan demikian, keberhasilan pengembangan investasi tidak hanya tercermin dari pembangunan fasilitas atau masuknya modal, tetapi juga dari kesempatan ekonomi yang terbuka bagi masyarakat.
Pembangunan Infrastruktur Tetap Memerlukan Kepastian Pemanfaatan Ruang
Di balik kebutuhan mempercepat pembangunan, Malang Raya menghadapi tantangan menjaga keseimbangan antara pengembangan kawasan ekonomi dan keberlanjutan sumber daya alam.
Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu memiliki karakter wilayah serta kebutuhan pembangunan yang berbeda. Oleh sebab itu, penyediaan infrastruktur penunjang investasi perlu mempertimbangkan kesesuaian lokasi dan fungsi kawasan.
Dewanti sebelumnya telah mengingatkan pentingnya koordinasi kebijakan pemanfaatan ruang antarpemerintah daerah agar kegiatan pembangunan tidak menimbulkan persoalan lingkungan di kemudian hari.
Baca selengkapnya: Dewanti mendorong penyelarasan tata ruang tiga daerah di Malang Raya untuk memastikan pengembangan investasi tetap memperhatikan daya dukung lingkungan
Kepastian pemanfaatan ruang juga memiliki arti penting bagi dunia usaha. Perencanaan yang konsisten dapat memberikan kejelasan mengenai kawasan yang dapat dikembangkan, persyaratan pembangunan, serta batasan pemanfaatan lahan.
Dengan begitu, kebutuhan pembangunan infrastruktur dapat dipertimbangkan sejak tahap perencanaan investasi, termasuk kemungkinan dampaknya terhadap kawasan permukiman, pertanian, dan lingkungan.
Keberlanjutan Sumber Air Menjadi Pertimbangan Pengembangan Kawasan
Salah satu persoalan lingkungan yang perlu diperhatikan dalam pembangunan Malang Raya adalah perubahan penggunaan lahan di kawasan hulu.
Pada 27 September 2026, Dewanti menanggapi peringatan akademisi Universitas Brawijaya mengenai penyusutan daerah resapan dan perubahan tata guna lahan di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.
Persoalan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan kawasan ekonomi membutuhkan pertimbangan mengenai ketersediaan air dan kemampuan lingkungan mendukung aktivitas masyarakat dalam jangka panjang.
Baca selengkapnya: Dewanti menyoroti ancaman krisis air akibat alih fungsi lahan di Malang Raya dan mendorong perlindungan kawasan resapan serta pengendalian pemanfaatan ruang
Perlindungan sumber daya air juga berkaitan dengan keberlangsungan kegiatan ekonomi. Sektor pariwisata, industri, pertanian, hingga kebutuhan rumah tangga sama-sama memerlukan pasokan air yang berkelanjutan.
Karena itu, pembangunan fasilitas penunjang investasi perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan sejak tahap perencanaan, bukan hanya ketika dampak pembangunan mulai dirasakan.
Bagi Malang Raya, tantangan ke depan adalah memastikan peningkatan konektivitas, pengembangan kawasan ekonomi, dan penguatan usaha lokal dapat berjalan dengan dukungan infrastruktur yang sesuai kebutuhan wilayah.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing investasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih merata bagi masyarakat.










