Dewan Fesak Agar PT Garam Bisa Menjadi Buffer Stock dan Tata Niaga Garam
Dewan Fesak Agar PT Garam Bisa Menjadi Buffer Stock dan Tata Niaga Garam
Tidak adanya tata niaga yang jelas di komoditi garam, membuat petani sekaligus pemilik lahan garam menjerit. Karenanya, mereka mendesak pemerintah agar PT Garam bisa menjadi Dolog guna mengatur tata niaga garam. Anggota Fraksi Nasdem, Ashari meminta agar pemerintah tegas dslsm mengatur tata niaga garam. Mengingat banyak petani garam dan pemilik lahan garam gulung tikar akibat harga garam drop di pasaran. Bahkan untuk garam 10 ton, keuntungan yang didapat hanya Rp1.750,- "Memang terkadang saya ingin berhenti jadi pengusaha garam. Namun akibat pendemi corona dan banyak petani garam yang tidak memiliki pendapatan, ya terpaksa saya tetap menggarapnya, meski keuntungan yang diterima sangat minim,"jelas politisi yang juga duduk di Komisi D DPRD Jatim, Minggu (6/9/2020). Ditambahkannya, setahun setelah reformasi harga garam sangatlah baik. Bakan pernah Rp3 juta per tonnya dan sekarang cuma Rp350 ribu. Tentu saja dengan harga segitu tidaklah sesuai dengan tenaga yang dikeluarkan. Menurut Ashari yang juga putra Madura ini, selama ini tata niaga garam tidak ada dan diserahkan langsung pasar. Padahal konsumsi garam cukup besar seperti halnya beras dan gula. Tapi mengapa tidak ada tata niaganya. Untuk itu, agar petani garam kehidupannya lebih makmur, sudah saatnys PT Garam sebagai BUMN pemerintah dijadikan seperti Dolog. Selain sebagai buffer stock sekaligus yang memegang tata niaga garam.











