Rawan Longsor, Perijinan Tambang Galian C di Jawa Timur Layak Dikaji Ulang
DPRD Jatim melalui Agus Cahyono mendesak kaji ulang izin tambang galian C di Jawa Timur usai longsor di Magetan yang memakan korban jiwa. Evaluasi izin, perlindungan pekerja, dan keterlibatan tenaga ahli diminta menjadi prioritas.
Anggota DPRD Jawa Timur, Agus Cahyono, mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengkaji ulang seluruh perizinan tambang galian C. Desakan ini muncul menyusul terjadinya longsor tambang di Magetan yang menelan korban jiwa.
DPRD Jatim Desak Evaluasi Perizinan
Politikus PKS ini menegaskan, kaji ulang diperlukan tidak hanya pada izin baru, tetapi juga perizinan lama. Menurutnya, evaluasi menyeluruh penting dilakukan agar tidak menimbulkan masalah serupa di kemudian hari.
“Kami minta semua perizinan pertambangan dikaji ulang,” tegas Agus Cahyono, Rabu (01/10/2025).
Ia juga menyoroti aspek perlindungan pekerja tambang. Pengusaha diminta menyiapkan BPJS Ketenagakerjaan serta menghadirkan tenaga ahli pertambangan untuk memberikan pelatihan teknis penambangan yang aman.
“Tenaga ahli harus memastikan aktivitas penambangan tidak membahayakan pekerja,” tambahnya.
Dorongan ini sejalan dengan sikap DPRD Jatim sebelumnya yang menyoroti ancaman kerusakan lingkungan akibat galian C serta mendesak evaluasi menyeluruh pasca longsor tambang di Magetan.
Longsor Magetan Renggut Korban Jiwa
Peristiwa tragis terjadi di tambang galian C Desa Trosono, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Sabtu (27/09/2025). Longsor menimbun pekerja bernama Suroso (55), warga Desa Nguri, Kecamatan Lembeyan.
Korban tertimbun material batu dan pasir lebih dari 10 meter. Proses evakuasi terkendala medan sempit, meski telah dikerahkan alat berat, BPBD, dan aparat kepolisian setempat.
DPRD Jatim Ingatkan Antisipasi Bencana Tambang
Agus Cahyono menegaskan, kejadian ini harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha tambang. Evaluasi izin, penerapan standar keselamatan, serta keterlibatan tenaga ahli menjadi langkah mendesak untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak di masa depan.










