Objek Wisata di Dapil Jatim IX Rawan Bencana, Atika Minta Wisatawan Waspada
Cuaca ekstrem awal 2026 membuat objek wisata di Dapil Jatim IX rawan bencana. DPRD Jatim mengimbau wisatawan waspada dan mendorong pemasangan rambu bahaya.
Imbauan DPRD Jatim di Tengah Cuaca Ekstrem Awal 2026
SURABAYA — Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Atika Banowati, mengimbau masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan wisata, menyusul cuaca ekstrem yang terjadi pada awal 2026.
Imbauan ini ditujukan khususnya bagi wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim IX yang meliputi Trenggalek, Pacitan, Magetan, Ponorogo, dan Ngawi. Sejumlah objek wisata di wilayah tersebut didominasi kawasan alam, perbukitan, dan lereng pegunungan yang rawan longsor.
“Beberapa waktu lalu terjadi kejadian di Sarangan. Bahkan pada Jumat (16/01/2026), talut di Sarangan ambles hingga mengakibatkan tujuh sepeda motor tenggelam,” ujar Atika, Sabtu (17/01/2026).
Baca Selengkapnya: Peringatan potensi cuaca ekstrem yang mengancam keselamatan wisata ke kawasan pegunungan dan wisata alam
Dorong Sinergi dan Pelaporan Cepat
Atika menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat, pengelola wisata, dan pemerintah daerah untuk mencegah dampak yang lebih luas akibat bencana.
“Masyarakat harus sangat berhati-hati dan waspada. Jika terjadi bencana, gercep (gerak cepat) melaporkan kepada pemerintah setempat,” terangnya.
Ia juga meminta instansi terkait memasang rambu peringatan bahaya di titik-titik rawan, seperti tanda potensi longsor atau kawasan rawan bencana, agar wisatawan lebih waspada.
“Rambu peringatan layak dipasang untuk menekan risiko korban bencana sejak dini,” tegasnya.
Baca Selengkapnya: Permintaan evaluasi ketat keselamatan pascakecelakaan bus pariwisata
Baca Selengkapnya: Dorongan pemeriksaan menyeluruh armada transportasi untuk mencegah kecelakaan
Insiden Longsor di Telaga Sarangan
Aktivitas wisata di Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, kembali terganggu akibat insiden tanah longsor yang terjadi secara tiba-tiba pada Sabtu (17/01/2026) sekitar pukul 10.45 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah sepeda motor tercebur ke dalam telaga.
Kejadian ini memperkuat urgensi peningkatan mitigasi bencana dan keselamatan wisatawan, khususnya di kawasan wisata alam yang rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem.










