Potensi Banjir Rob Terjang Pesisir Madura, Masyarakat Layak Waspada
DPRD Jatim mengingatkan warga pesisir Madura untuk waspada banjir rob awal 2026 menyusul peringatan BMKG terkait pasang laut tinggi.
Ra Huda DPRD Jatim Ingatkan Dampak Aktivitas Pesisir
SURABAYA — Anggota DPRD Jawa Timur, Nurul Huda, mengingatkan masyarakat pesisir di Madura untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob pada awal tahun 2026.
“Sudah ada warning dari BMKG terkait ancaman banjir rob,” ujar Nurul Huda, Minggu (18/01/2026).
Ia menegaskan, genangan akibat banjir rob berpotensi mengganggu berbagai aktivitas penting di kawasan pesisir, mulai dari transportasi dan pelabuhan, kegiatan bongkar muat barang, hingga aktivitas petani garam dan perikanan darat. “Selain itu, aktivitas harian masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir juga berpotensi terdampak,” jelas politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.
Kewaspadaan terhadap banjir pesisir Madura sebelumnya juga mengemuka dalam sejumlah kejadian banjir di wilayah tersebut.
(Baca Selengkapnya: Laporan banjir di Madura yang mendorong kembali pembahasan proyek pengendalian banjir dan infrastruktur air)
Pemda Diminta Antisipasi dan Kurangi Risiko Kerugian
Nurul Huda—yang akrab disapa Ra Huda—juga meminta pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan langkah antisipatif guna meminimalkan dampak kerugian akibat banjir rob, terutama di wilayah yang kerap mengalami genangan air laut.
Permintaan aksi cepat dari pemerintah daerah sejalan dengan desakan DPRD pada kejadian banjir sebelumnya di Madura.
(Baca Selengkapnya: Banjir di Pamekasan yang merendam ribuan rumah dan mendorong aksi cepat pemerintah)
BMKG Rilis Peringatan Pasang Laut 16–20 Januari 2026
Sebagai informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi banjir pesisir (rob) di sejumlah wilayah pesisir Jawa Timur seiring meningkatnya pasang air laut pada pertengahan Januari 2026.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Surabaya Utara, Benowo, Pelabuhan Tanjung Perak, Banyuwangi, serta Madura (Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan). BMKG memprediksi ketinggian pasang air laut dapat mencapai 130–140 sentimeter dari rata-rata muka air laut, dengan periode peringatan 16–20/01/2026.
Peninjauan dan penyaluran bantuan pada kejadian banjir sebelumnya menjadi rujukan penting kesiapsiagaan daerah.










