gerbang baru nusantara

Manfaatkan AI Untuk Pertanian, Inilah Salah Satu Cara Hadapi Kekeringan Ekstrem di Jatim

DPRD Jatim mendorong pemanfaatan AI dalam sektor pertanian sebagai solusi menghadapi kekeringan ekstrem akibat El Nino 2026 dan menjaga ketahanan pangan nasional.

Try Wahyudi
Senin, 13 April 2026
Bagikan img img img img
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Ro’aitu Nafif Laha, mendorong pemanfaatan AI untuk pertanian guna menghadapi kekeringan ekstrem.

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Ro’aitu Nafif Laha, menyatakan bahwa pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu petani menghadapi kekeringan panjang akibat fenomena El Nino ekstrem.

“Saya mendorong penggunaan AI di Jawa Timur untuk sektor pertanian karena dapat menopang pertumbuhan pertanian di Indonesia serta menjaga keberlanjutannya,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut, Senin (13/04/2026).

Menurut legislator dari daerah pemilihan Kota dan Kabupaten Kediri ini, teknologi AI mampu mendeteksi hama dan penyakit tanaman, memaksimalkan produktivitas lahan, hingga melakukan otomatisasi perawatan tanaman secara efisien.

Lebih lanjut, Nafif menjelaskan bahwa teknologi cerdas AI juga dapat memetakan jalur distribusi serta melakukan analisis prediktif terkait ketersediaan pangan di masa depan.

“Petani tentu sangat diuntungkan dengan adanya AI tersebut,” jelasnya.

Dalam implementasinya, petani dapat menggunakan sensor berbasis AI untuk memantau kelembapan tanah secara real-time. Sistem ini memastikan penggunaan air tetap efisien di tengah kelangkaan sumber daya akibat musim kemarau panjang.

Selain itu, pemanfaatan teknologi drone spraying dan sensor udara berbasis AI mampu mengidentifikasi tanaman yang mengalami stres atau terserang hama akibat perubahan suhu ekstrem, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terukur.

AI juga dapat menganalisis data tanaman untuk memberikan rekomendasi pemupukan yang sesuai kebutuhan, guna menekan biaya operasional di tengah kondisi ekonomi yang menantang selama fenomena El Nino.

Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengalokasikan anggaran serta mendorong penggunaan berbagai teknologi cerdas dan strategi manajemen air untuk memitigasi dampak kekeringan ekstrem (El Nino) pada 2026.

Fokus utama kebijakan tersebut adalah modernisasi sistem irigasi dan penerapan smart farming guna menjaga ketahanan pangan nasional. Langkah ini sejalan dengan dukungan DPRD Jawa Timur terhadap modernisasi sektor pertanian Kebijakan ini juga berkaitan dengan upaya menjaga lahan pertanian agar tidak beralih fungsi serta pemberian insentif bagi petani Selain itu, penerapan teknologi pertanian mendukung regenerasi petani muda melalui pendekatan digital

baca selengkapnya:

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu