Sebaran TBC di Jatim Tinggi, Dinkes Jatim Disorot Kinerjanya
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas, menyoroti tingginya kasus Tuberkulosis (TBC) di Jawa Timur dan meminta Dinkes memperkuat layanan kesehatan primer serta screening.
SURABAYA — Kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur menjadi sorotan DPRD Jawa Timur menyusul tingginya angka kasus Tuberkulosis (TBC) di wilayah tersebut.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, mengatakan jumlah penderita TBC di Jawa Timur setiap tahun masih mengalami peningkatan.
“Data bagi saya eskalatif jumlahnya. Padahal anggarannya terbesar kedua di Jatim,” ungkap Puguh, Jumat (10/04/2026).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) asal Malang tersebut menilai tingginya kasus TBC dipengaruhi berbagai faktor, terutama belum optimalnya layanan kesehatan primer.
“Optimalisasi layanan primer seperti pelayanan di klinik dan puskesmas ternyata mapping datanya belum berjalan, termasuk penyebaran obat TBC serta screening yang belum maksimal,” ujarnya. Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyebar ke organ lain seperti tulang, kelenjar, dan otak.
Penularan TBC terjadi melalui udara atau droplet ketika penderita batuk maupun bersin. Penyakit ini dapat disembuhkan melalui pengobatan antibiotik intensif selama enam hingga 12 bulan.
Berdasarkan data Dinkes Jawa Timur, pada 2025 jumlah penemuan kasus TBC di Jawa Timur mencapai 90.178 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 84.107 kasus telah mendapatkan pengobatan. Namun, masih terdapat kesenjangan sekitar 6,73 persen kasus yang belum tertangani.
Puguh menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Timur, terutama dalam memperkuat layanan kesehatan dasar, pemerataan distribusi obat, serta peningkatan deteksi dini TBC di masyarakat.
Baca Selengkapnya:
-
Pandangan DPRD Jatim terhadap penggunaan anggaran Dinkes di tengah efisiensi belanja daerah
-
Dorongan DPRD Jatim untuk respon cepat dari Dinkes terkait penanganan merebaknya kasus super flu di sejumlah daerah
-
DPRD Jawa Timur mengawal Dinas Kesehatan dalam penguatan upaya pencegahan HIV pada anak sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan dan perlindungan masyarakat










