gerbang baru nusantara

Rasiyo Desak Guru BP dan Orang Tua Perkuat Pendidikan Etika

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, menilai krisis etika siswa harus menjadi perhatian bersama melalui penguatan peran guru BP, orang tua, dan pendidikan akhlak.

Adi Suprayitno
Rabu, 22 April 2026
Bagikan img img img img
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, menyoroti pentingnya penguatan pendidikan etika, akhlak, dan pengawasan siswa di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Etika Siswa Dinilai Krisis, Rasiyo Desak Optimalkan Guru BP dan Peran Orang Tua

SURABAYA – Aksi seorang siswa SMAN 1 Purwakarta yang mengacungkan jari tengah kepada gurunya menuai sorotan publik. Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, menegaskan bahwa persoalan etika siswa merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya sekolah semata.

“Persoalan etika sebenarnya menjadi tanggung jawab sekolah, terutama guru. Guru itu mendidik, tidak hanya terkait proses belajar mengajar, tetapi yang paling penting adalah pembentukan perilaku,” kata Rasiyo, Selasa (21/04/2026).

Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur tersebut, pembinaan karakter anak harus dilakukan sejak dini dan tidak boleh menunggu hingga muncul perilaku tidak pantas.

Karena itu, ia menilai fungsi guru bimbingan dan penyuluhan (BP) atau bimbingan konseling (BK) perlu dioptimalkan di setiap sekolah.

“Kadang-kadang guru BP yang tidak ada, padahal itu yang bermasalah,” ungkapnya.

Pengaruh Gawai dan Peran Orang Tua Jadi Sorotan

Rasiyo menilai krisis etika dan sopan santun siswa saat ini juga dipengaruhi penggunaan gadget atau gawai yang masih mudah diakses anak-anak, meskipun pemerintah telah menerapkan pembatasan tertentu.

“Kadang-kadang anak-anak meminjam telepon genggam milik orang tua dan sebagainya. Karena itu, peran orang tua juga harus optimal,” tegas politikus Partai Demokrat tersebut.

Menurutnya, waktu anak berada di sekolah hanya sekitar tujuh hingga delapan jam, sedangkan sebagian besar waktu lainnya dihabiskan di rumah bersama keluarga.

“Kalau orang tua peduli, memberikan perhatian, dan menanyakan kegiatan anak-anaknya, saya kira itu bentuk perhatian penting kepada anak-anak yang kita cintai,” ujarnya.

Rasiyo menambahkan, orang tua perlu mengawasi aktivitas anak di luar rumah, termasuk mengetahui bentuk kegiatan dan lingkungan pergaulan anak.

“Kegiatan apa, di mana, dan sebagainya. Kalau perlu diikuti. Sekarang pergaulan anak-anak begitu bebas,” katanya.

Perhatian DPRD Jawa Timur terhadap perlindungan anak dan kesehatan generasi muda juga tercermin melalui dorongan terhadap upaya pencegahan penyakit bawaan pada anak sejak dini.

Baca Selengkapnya: DPRD Jatim mendesak penguatan pencegahan penyakit jantung bawaan pada anak sebagai bagian dari perlindungan kesehatan generasi muda

Rasiyo Usulkan Penguatan Pendidikan Agama dan Akhlak

Rasiyo menilai pendidikan yang paling penting saat ini adalah pembentukan akhlak mulia, keimanan, dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Karena itu, ia berpandangan jam pelajaran agama yang saat ini hanya sekitar dua jam per minggu masih belum cukup untuk membangun karakter siswa secara optimal.

“Pendidikan hati, keimanan, dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa itu lebih dari segalanya. Anak pintar, tetapi kalau akhlaknya tidak bagus, percuma,” terangnya.

Ia berharap sekolah dapat menambah penguatan pendidikan agama dan akhlak, termasuk pembelajaran hafalan Juz 30 beserta pemahamannya sesuai kebijakan masing-masing sekolah.

Menurut Rasiyo, kasus siswa yang berperilaku tidak sopan menunjukkan lemahnya pengawasan dan pembinaan karakter di lingkungan pendidikan maupun keluarga.

“Kalau ada anak-anak seperti itu, berarti pengawasannya lemah. Atau mungkin perlu ditambah mata pelajaran khusus pendidikan akhlak,” pungkasnya.

Dorongan terhadap penguatan perlindungan perempuan dan anak juga terus menjadi perhatian DPRD Jawa Timur melalui berbagai inisiatif regulasi daerah.

Baca Selengkapnya: Fraksi PKS DPRD Jatim mendorong perda perlindungan perempuan dan anak yang lebih progresif dan responsif terhadap tantangan sosial

 

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu