DPRD Jatim Dukung Giant Sea Wall Cegah Abrasi Pantura
Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Abdul Halim, mendukung pembangunan giant sea wall sebagai benteng terakhir untuk mencegah abrasi di kawasan Pantura Jawa.
DPRD Jatim Nilai Giant Sea Wall Penting Cegah Abrasi Pantura
Surabaya – Rencana pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di pesisir utara Pulau Jawa mendapat dukungan penuh dari DPRD Jawa Timur. Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut dinilai menjadi benteng terakhir untuk menyelamatkan kawasan Pantai Utara (Pantura) dari ancaman abrasi yang semakin mengkhawatirkan.
Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Abdul Halim, menegaskan pihaknya siap mengawal dan mendukung langkah strategis pemerintah pusat dalam pembangunan infrastruktur perlindungan pesisir tersebut.
“Kami pasti mendukung langkah dan program yang sangat strategis ini. Jika tidak dilakukan giant sea wall di wilayah Pantura, abrasi akan terus menggerus daratan dan kondisinya sangat mengkhawatirkan,” tegas Abdul Halim.
Menurut politikus Partai Gerakan Indonesia Raya tersebut, wilayah pesisir utara Jawa Timur menjadi salah satu kawasan yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.
Tanpa intervensi besar, ancaman hilangnya daratan di kawasan Pantura dinilai bukan lagi sekadar prediksi, melainkan ancaman nyata yang harus segera diantisipasi.
Pemerintah Pusat Matangkan Proyek Strategis Nasional
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Senin (20/04/2026), guna mematangkan rencana pembangunan giant sea wall sebagai Proyek Strategis Nasional.
Proyek tersebut dinilai memiliki peran vital, tidak hanya untuk melindungi garis pantai, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi nasional dan kawasan industri di pesisir utara Jawa.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa tanggul laut raksasa tersebut berpotensi melindungi sekitar 60 persen kawasan industri dan lebih dari 30 juta penduduk di wilayah terdampak.
“Banyak hasil riset di kampus yang sudah diuji coba, seperti di Demak dan Semarang. Ke depan, para akademisi akan dilibatkan aktif untuk mempercepat dan mengefisienkan pembangunan giant sea wall,” jelas Brian.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan menggandeng guru besar serta pakar dari berbagai perguruan tinggi untuk terlibat langsung, baik dalam kajian maupun pelaksanaan proyek.
Perhatian DPRD Jawa Timur terhadap pembangunan ekonomi dan kawasan strategis daerah juga terlihat melalui dukungan terhadap penguatan sektor koperasi dan kawasan industri di Madura.
Baca Selengkapnya: Optimisme Pengembangan KEK Tembakau Madura, Diskop UKM Jatim Dorong Koperasi untuk penguatan ekonomi daerah
Kolaborasi Pemerintah dan Akademisi Jadi Kunci
Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Kepala Badan Pengelola Pantai Utara Jawa, Didit Herdiawan Ashaf, menyebut proyek tersebut masih dalam tahap perencanaan mendalam.
“Masih dihitung dari sisi waktu dan sumber daya. Kami juga mendorong pemanfaatan material ramah lingkungan, termasuk pengolahan limbah (waste) untuk konstruksi,” ujarnya.
Pemerintah menegaskan pembangunan giant sea wall bukan hanya mengejar kecepatan, tetapi juga memperhatikan kualitas konstruksi dan keberlanjutan lingkungan.
Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor industri dinilai menjadi kunci utama agar proyek tersebut kokoh secara teknis, efisien secara ekonomi, dan tetap ramah lingkungan.
Dukungan DPRD Jawa Timur terhadap kebijakan publik berbasis kebutuhan masyarakat juga tercermin melalui perhatian terhadap berbagai aspirasi warga di daerah.










