gerbang baru nusantara

Proyek Gorong-Gorong di Surabaya Makan Korban, Lilik Hendarwati: Evaluasi Proyek yang Masih Berlangsung

Lilik Hendarwati anggota DPRD Jawa Timur Dapil 1 Kota Surabaya mendesak evaluasi menyeluruh terhadap proyek gorong-gorong di Surabaya usai insiden yang menewaskan seorang lansia. DPRD Jatim menekankan keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam setiap proyek infrastruktur.

Try Wahyudi
Senin, 15 Juni 2026
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Jawa Timur Dapil I Kota Surabaya, Lilik Hendarwati, meminta evaluasi menyeluruh terhadap proyek gorong-gorong di Surabaya setelah insiden yang menelan korban jiwa.

DPRD Jatim Soroti Insiden Proyek Gorong-Gorong di Margorejo

SURABAYA — Proyek pembangunan gorong-gorong di kawasan Margorejo, Surabaya, memakan korban jiwa. Seorang perempuan lanjut usia meninggal dunia setelah kendaraan yang ditumpanginya tercebur ke area proyek yang sedang dikerjakan.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik dan memunculkan tuntutan agar aspek keselamatan dalam pelaksanaan proyek infrastruktur lebih diperhatikan.

Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut.

“Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujar Lilik Hendarwati, Senin (15/06/2026).

Menurutnya, tidak ada pihak yang menginginkan pembangunan yang bertujuan meningkatkan kualitas fasilitas umum justru berujung pada hilangnya nyawa warga.

Keselamatan Warga Harus Menjadi Prioritas Utama

Lilik menegaskan Pemerintah Kota Surabaya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan harus memastikan seluruh proyek infrastruktur dilaksanakan dengan standar keselamatan yang tinggi.

Menurutnya, pengamanan lokasi proyek harus menjadi perhatian serius, mulai dari pemasangan pagar pembatas, rambu peringatan yang jelas, lampu penerangan pada malam hari, hingga pengawasan rutin terhadap area pekerjaan.

“Sebagai pengelola dan penanggung jawab pembangunan di Kota Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap pekerjaan infrastruktur dilaksanakan dengan standar keselamatan yang tinggi,” tegasnya.

Ia menilai musibah tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius untuk memperbaiki sistem pengawasan dan mitigasi risiko proyek.

“Saya meyakini bahwa musibah ini harus menjadi bahan evaluasi yang serius. Bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk memperbaiki sistem agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam setiap proses pembangunan,” ujarnya.

Baca Selengkapnya: DPRD Jatim mengawal normalisasi Afvour Macanan di Tuban dengan menekankan pentingnya pengawasan proyek infrastruktur agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara aman dan optimal

Minta Evaluasi Menyeluruh Seluruh Titik Pekerjaan

Di sisi lain, Lilik mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di area proyek pembangunan.

Menurutnya, kepatuhan terhadap rambu keselamatan, pengurangan kecepatan kendaraan, dan perhatian terhadap kondisi jalan menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

Namun demikian, tanggung jawab utama tetap berada pada penyelenggara proyek untuk memastikan keamanan pengguna jalan.

“Harapan saya, Pemerintah Kota Surabaya bersama seluruh pihak yang terlibat dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh titik pekerjaan yang masih berlangsung. Jangan sampai ada lagi celah yang dapat membahayakan keselamatan warga,” katanya.

Lilik menegaskan keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kecepatan penyelesaian proyek, tetapi juga dari kemampuan pemerintah melindungi masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.

“Keselamatan masyarakat harus selalu menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.

Baca Selengkapnya:

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu