Gunung Semeru Erupsi, Eko Yunianto Minta Mitigasi dan Kesiapsiagaan Diperkuat
Gunung Semeru erupsi pada 6 September 2026. Eko Yunianto anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil V Lumajang-Jember meminta pemerintah memperkuat mitigasi, jalur evakuasi, posko, dan logistik bencana.
Eko Yunianto Minta Jalur Evakuasi dan Pemantauan Diperkuat
SURABAYA – Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Minggu pagi, 6 September 2026. Erupsi terjadi pukul 07.51 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 1.000 meter di atas puncak Mahameru atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat itu berada pada Level III atau Siaga.
Erupsi tersebut memicu perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk jajaran legislatif tingkat regional.
Anggota DPRD Jawa Timur, Eko Yunianto, meminta instansi terkait serta pemerintah daerah segera mengambil langkah mitigasi guna melindungi keselamatan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar lereng gunung.
“Kami meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama aparat setempat untuk bergerak cepat memantau titik-titik rawan serta memastikan jalur evakuasi di sekitar Lumajang dan Malang berfungsi dengan baik,” ujar politikus PDI Perjuangan ini, Minggu (06/09/2026).
Warga Diminta Patuhi Rekomendasi PVMBG
Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan warga terhadap rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Semeru, masyarakat dilarang beraktivitas di sejumlah zona bahaya, terutama di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan. Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati zona merah, terutama mengingat potensi awan panas, guguran lava, dan ancaman lahar dingin yang bisa terjadi sewaktu-waktu jika cuaca ekstrem melanda,” tambahnya.
Posko dan Logistik Pengungsian Harus Siap
Dia juga mendorong optimalisasi posko siaga bencana dan logistik di titik-titik pengungsian agar siap apabila terjadi peningkatan aktivitas Gunung Semeru dalam beberapa hari ke depan.
Aktivitas vulkanik sejumlah gunung api di Indonesia kembali menjadi perhatian pada Minggu, 6 September 2026. Empat gunung api tercatat mengalami erupsi pada hari yang sama, yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Ibu, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Semeru.
Fenomena tersebut terjadi pada hari yang sama, tetapi tidak berarti seluruh gunung api tersebut mengalami erupsi tepat pada waktu yang bersamaan.
Baca Selengkapnya:
-
Dorongan DPRD Jatim agar pemerintah mempercepat mitigasi, memperkuat kesiapsiagaan, serta meningkatkan koordinasi lintas instansi dalam menghadapi kebakaran hutan yang meluas
-
Prinsip pengawasan DPRD Jatim menekankan pentingnya melihat kondisi riil di lapangan dan memastikan kesiapan pelaksanaan kebijakan, meskipun substansinya berkaitan dengan MBG
-
DPRD Jawa Timur konsisten dorong kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana akibat kondisi ekstrem










