Cuaca Ekstrem, Nelayan di Pesisir Malang Selatan Diminta Waspada
DPRD Jatim mengingatkan nelayan Malang Selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem berdasarkan peringatan BMKG Juanda.
DPRD Jatim Ingatkan Risiko Cuaca Ekstrem bagi Nelayan
SURABAYA — Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Siadi, mengingatkan nelayan di wilayah pesisir Malang Selatan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Siadi menjelaskan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 6–25 knot, kondisi yang dinilai berisiko bagi aktivitas melaut.
“Pola angin tersebut tergolong berbahaya bagi nelayan yang akan melaut,” ujar politisi Partai Golkar itu, Senin (12/01/2026).
Baca Juga:
-
Khusnul Arif imbau masyarakat Jawa Timur antisipasi incaran La Niña
-
Achmad Iskandar ingatkan pemeliharaan akses di Madura antisipasi paparan cuaca ekstrem
-
F-PDIP ingatkan BPBD antisipasi cuaca ekstrem dengan penguatan Sistem Peringatan Dini dan Pengawasan Hutan
Puncak Musim Hujan Tingkatkan Risiko Bencana
Menurut Siadi, sebagian besar wilayah Jawa Timur saat ini telah memasuki puncak musim hujan. Dalam 10 hari ke depan, intensitas cuaca ekstrem diperkirakan meningkat dan berpotensi berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, khususnya nelayan di Malang Selatan.
Ia mengimbau masyarakat serta instansi terkait untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, termasuk potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.
“Wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau bertebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang,” jelasnya.
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem Jawa Timur
Sementara itu, BMKG Juanda telah mengeluarkan press release kewaspadaan cuaca ekstrem di Jawa Timur untuk periode 11–20 Januari 2026. BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan karena kondisi cuaca tersebut berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi.










