gerbang baru nusantara

Bersamaan Cuaca Ekstrem,Inilah Titik Rawan Macet di Ngawi Layak Diwaspadai Pemudik

DPRD Jatim mengingatkan titik rawan macet dan kecelakaan di Ngawi serta ancaman cuaca ekstrem saat mudik Lebaran 2026.

Try Wahyudi
Senin, 16 Maret 2026
Bagikan img img img img
Atika Bonowati, Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, mengingatkan titik rawan macet dan kecelakaan di Ngawi saat mudik Lebaran 2026.

DPRD Jatim Ungkap Titik Rawan di Jalur Ngawi

Menjelang arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Atika Bonowati, mengungkap sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan di wilayah Ngawi yang perlu diwaspadai pemudik.

Salah satu titik rawan kecelakaan (black spot) berada di KM 3–4 Jalan Ngawi–Caruban.

“Pemudik harus waspada saat melintasi jalur tersebut,” ujar Atika Bonowati, Senin (16/03/2026).

Selain itu, titik rawan lainnya berada di Dusun Nglarangan, Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi, yang dikenal padat aktivitas kendaraan akibat kawasan industri.

Baca Selengkapnya: Kewaspadaan pemudik terhadap jalur rawan kecelakaan di Jawa Timur


Kemacetan Dipicu Aktivitas Industri dan Mobilitas Tinggi

Menurut Atika, kawasan tersebut memiliki risiko tinggi karena aktivitas keluar-masuk kendaraan karyawan pabrik yang padat, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan (traffic congestion) dan kecelakaan.

Ia mengimbau pemudik untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur-jalur padat aktivitas ekonomi.

“Titik rawan ini harus menjadi perhatian bersama agar tidak menimbulkan kecelakaan maupun kemacetan panjang,” jelasnya.

Baca Selengkapnya: Upaya Jawa Timur menekan kecelakaan di perlintasan dan jalur rawan


Cuaca Ekstrem Perparah Risiko Perjalanan

Selain faktor infrastruktur dan kepadatan lalu lintas, Atika juga mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem di wilayah Ngawi yang dapat memperburuk kondisi perjalanan mudik.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem berpotensi terjadi dengan intensitas hujan lebat disertai petir, angin kencang, banjir, longsor, hingga puting beliung.

“Pemudik juga harus mewaspadai kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Ngawi,” ujarnya.

BMKG Juanda sebelumnya juga telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di hampir seluruh wilayah Jawa Timur selama periode mudik Lebaran 2026.

Kondisi tersebut dipengaruhi suhu muka laut yang hangat di perairan selatan Jawa Timur serta kondisi atmosfer yang labil, sehingga memicu pertumbuhan awan konvektif yang dapat menyebabkan hujan deras.

Baca Selengkapnya: Dukungan DPRD Jatim terhadap program mudik aman dan nyaman bagi masyaraka

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu