Ketua Komisi D DPRD Jatim Desak Evaluasi Standar Keselamatan Kapal Usai Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2
Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur Abdul Halim menyampaikan belasungkawa atas musibah kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep. Ia juga meminta hasil investigasi dijadikan dasar evaluasi menyeluruh untuk memperkuat standar keselamatan transportasi laut dan mencegah terulangnya kejadian serupa.
DPRD Sampaikan Duka dan Dorong Evaluasi Sistem Keselamatan
SURABAYA – Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Abdul Halim, menyampaikan belasungkawa atas musibah kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 di perairan Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, yang mengakibatkan korban jiwa.
Selain menyampaikan duka kepada keluarga korban, Abdul Halim mendesak pemerintah menjadikan peristiwa tersebut sebagai momentum untuk memperkuat standar keselamatan transportasi laut.
"Saya atas nama pribadi dan sebagai wakil masyarakat Madura di Provinsi Jawa Timur menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Pulau Sapudi, Sumenep. Semoga para korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan," ujarnya, Senin (3/8/2026).
Baca Selengkapnya:
-
Rasiyo dorong penyediaan kapal kesehatan yang direncanakan mulai beroperasi pada 2027
-
Komisi B DPRD Jawa Timur melakukan monitoring di UPT PPP Bulu untuk membahas persoalan perizinan kapal, distribusi BBM subsidi, serta perbaikan fasilitas pelabuhan guna meningkatkan kesejahteraan nelayan
-
Siadi mendukung program pemerintah terkait peremajaan kapal nelayan dan pembangunan fasilitas docking guna meningkatkan kesejahteraan nelayan di Malang Selatan
Berdasarkan laporan yang diterimanya, hingga Senin pagi tercatat lima orang meninggal dunia, sementara ratusan penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Ia berharap proses pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan dapat membuahkan hasil.
"Kita semua tentu berdoa agar saudara-saudara kita yang hingga kini masih dalam proses pencarian bisa segera ditemukan dan, mudah-mudahan, dalam keadaan selamat," katanya.
Abdul Halim juga mengapresiasi kerja tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, nelayan, dan relawan yang terlibat dalam proses evakuasi.
"Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh petugas dan relawan yang tanpa mengenal lelah melakukan evakuasi dan pencarian korban. Semoga seluruh personel yang bertugas selalu diberi kesehatan, keselamatan, dan kekuatan hingga operasi ini selesai," ucapnya.
Penyebab Kebakaran Harus Diungkap Melalui Investigasi
Menurut Abdul Halim, musibah tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan budaya keselamatan dalam transportasi laut.
Ia menyebut informasi awal yang diterimanya menunjukkan kapal telah memenuhi standar keselamatan, termasuk ketersediaan pelampung bagi penumpang. Sementara dugaan awal menyebut api berasal dari sebuah truk bermuatan plastik yang berada di dalam kapal.
Namun demikian, ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak berspekulasi sebelum hasil investigasi resmi diumumkan.
"Dari informasi awal yang kami terima, kapal ini telah memenuhi standar keselamatan. Dugaan sementara juga menyebut api berasal dari sebuah truk bermuatan plastik. Namun tentu kita tidak boleh berspekulasi. Kita serahkan sepenuhnya kepada aparat untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran tersebut melalui investigasi yang menyeluruh," tegasnya.
Keselamatan Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Abdul Halim menegaskan peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi, baik bagi operator pelayaran maupun pengguna jasa transportasi laut.
Menurutnya, perusahaan pelayaran wajib memastikan seluruh standar keselamatan dipenuhi, sementara penumpang juga harus mematuhi prosedur keselamatan selama perjalanan.
"Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Perusahaan pelayaran harus terus memastikan standar keamanan dipenuhi, sementara penumpang juga harus mematuhi seluruh aturan keselamatan. Semoga musibah seperti ini tidak kembali terulang di kemudian hari," pungkasnya.










