Reses di Mojokerto, M. Sholeh Prioritaskan Pembangunan Madrasah, TPQ, dan Masjid
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Mokhamad Sholeh berdialog dengan masyarakat saat Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Dalam kegiatan tersebut, ia menegaskan komitmennya memprioritaskan pembangunan madrasah, TPQ, masjid, serta infrastruktur desa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pendidikan keagamaan masyarakat.
Pendidikan Keagamaan Jadi Fokus Aspirasi Reses
MOJOKERTO – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Demokrat, Mokhamad Sholeh, menegaskan komitmennya memprioritaskan pembangunan madrasah, Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), dan masjid sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan saat menggelar Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di Klinik Akbar Medika, Dusun Dimoro, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (1/8/2026).
Menurut M. Sholeh, setiap pelaksanaan reses harus memberikan manfaat nyata melalui pembangunan yang dapat langsung dirasakan masyarakat.
"Saya mengadakan reses di sini, kalau tidak ada tinggalan (pembangunan), malu dengan warga di sini," ujarnya.
Madrasah dan TPQ Masih Membutuhkan Dukungan
M. Sholeh mengatakan berbagai usulan pembangunan yang diperjuangkannya telah terealisasi di sejumlah desa, mulai dari pembangunan madrasah ibtidaiyah (MI), jalan desa, hingga fasilitas umum lainnya.
Ia menilai lembaga pendidikan keagamaan masih membutuhkan perhatian lebih karena memiliki keterbatasan sumber pendanaan.
"Yang paling saya utamakan adalah madrasah, TPQ, dan masjid. Karena lembaga-lembaga ini masih membutuhkan dukungan agar dapat terus berkembang," katanya.
Sebagai pengelola lembaga pendidikan, M. Sholeh mengaku memahami secara langsung tantangan yang dihadapi madrasah dalam memenuhi kebutuhan pembangunan dan peningkatan fasilitas.
"Saya sendiri juga pelaku di lapangan, jadi tahu sulitnya. Karena itu sekolah dan madrasah saya usahakan selesai. Kalau tidak dibantu, tentu prosesnya tidak akan secepat itu," ujarnya.
Pembangunan Infrastruktur Tetap Menjadi Perhatian
Selain pendidikan keagamaan, M. Sholeh memastikan tetap membuka ruang bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan pembangunan infrastruktur desa, seperti jalan maupun balai desa.
Ia mencontohkan pembangunan di Desa Gading yang memperoleh dukungan anggaran sekitar Rp2 miliar sehingga pembangunan madrasah ibtidaiyah dan madrasah tsanawiyah dapat diselesaikan.
"Di Desa Gading misalnya, anggarannya sampai sekitar Rp2 miliar sehingga madrasah ibtidaiyah dan madrasah tsanawiyah bisa selesai," katanya.
Menurutnya, usulan pembangunan infrastruktur akan terus diperjuangkan selama sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kewenangan pemerintah.
"Kalau urusan jalan atau balai desa, tinggal disampaikan saja kepada saya. Saya sering menjadi tempat masyarakat mengadu terkait kondisi infrastruktur di desa," tuturnya.
Masyarakat Diajak Mengawal Program Pembangunan
Pada akhir kegiatan, M. Sholeh mengajak masyarakat terus berpartisipasi mengawal usulan pembangunan agar program yang telah direncanakan dapat direalisasikan secara bertahap.
Ia menegaskan aspirasi yang disampaikan dalam reses akan menjadi dasar perjuangan di DPRD Jawa Timur sesuai dengan mekanisme dan prioritas pembangunan.
"Kalau masih ada usulan dari masyarakat, silakan disampaikan. Semua akan kami perjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran," pungkasnya.
Baca Selengkapnya:
-
Pada Reses MP II Tahun Sidang 2025/2026, keluhan serupa juga mencuat pada reses Gus Atho
-
Aspirasi lain dari Dapil X Mojokerto pada kegiatan reses Wakil Ketua DPRD Jatim H. Hidayat pada Reses III Tahun Sidang 2025/2026
-
Masyarakat Bojonegoro adukan pendidikan keagamaan, kesejahteraan guru TPQ, dan pemberdayaan ekonomi dalam kegiatan Reses Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni pada periode reses sebelumnya










