UMKM Harus Maksimalkan Peluang di Smelter Freeport
UMKM Harus Maksimalkan Peluang di Smelter Freeport
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembangunan pabrik pemurnian dan pengolahan (smelter) tembaga milik PT Freeport Indonesia di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (12/10/2021). Ini berdampak sangat besar bagi perekonomian Jatim secara keseluruhan. Bertolak pada kenyataan ini, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya di Gresik dan di Jatim umumnya, harus memanfaat dan memaksimalkan peluang tersebut.
“Peroyek smelter ini akan menjadi yang terbesar di dunia nantinya, karena mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Dari kemampuan pengolahan tersebut, smelter ini akan menghasilkan 480.000 ton logam tembaga. Dengan fakta ini, peluang ekonomi cukup besar di proyek ini. Baik pada masa kontruksi maupun masa operasionalnya. Nah, ini harus ditangkap oleh sektor UMKM,” kata H. Aliyadi Mustofa, Ketua Komisi B DPRD Jatim, Kamis (14/10/2021).
Menurut politisi PKB ini, di smelter tersebut, perputaran ekonomi di dalamnya akan besar. Baik pada masa pembangunannya yang ditarget selesai pada 2023, maupun pada masa operasinal nantinya. Karena itu, UMKM harus menyambutnya dengan penuh persiapan. Jangan sampai peluang-peluang UMKM ini bisa “direbut” di luar sektor ini.
UMKM jenis apa yang mempunyai peluang? Tentang ini, anggota dewan asal Madura ini mengatakan, cukup banyak peluangnya. Sebut saja di sektor makanan dan minuman. Warung nasi, berbagai produksi minuman hingga produksi makanan ringan dan lainnya. “Saya katakan sekali lagi, ini peluang besar, dimana pada masa pandemic sejumlah UMKM mengalami kemunduran usaha. Sekarang saatnya untuk bangkit lagi,” katanya.
Meski demikian, katanya, UMKM harus mendapat support dari berbagai kalangan, khususnya dari Pemkab Gresik hingga kantor Provinsi Jatim. Semuanya harus memberikan dukungan kepada UMKM. Pemkab Gresik setidaknya mendata UMKM mana dan sektor apa yang mempunyai peluang. Selanjutnya, diadakan pembinaan agar mereka dalam melakukan tindak bisnis benar-benar terarah dan terukur.
Hal yang tak kalah penting, yakni perbankan. Seperti kita ketahui, tidak sedikit UMKM yang mengalami masalah dengan permodalan. “Nah harapan saya perbankan harus mengambil peran di sini. Apa itu? Penyaluran kredit, tetapi kredit yang tidak memberat,” pungkasnya.










