PKB Jatim Ingatkan Kader Tak Terlena Hasil Survei
PKB Jatim Ingatkan Kader Tak Terlena Hasil Survei
Hasil survei The Republic Institute yang menempatkan PKB diperingkat pertama untuk tingkat elektabilitas partai politik di Jatim pada pemilihan umum 2024 mendatang, mendapat apresiasi dari DPW PKB Jatim karena hal itu bisa menjadi pemicu seluruh kader untuk lebih berbuat nyata kepada masyarakat.
"Hasil survei itu menandakan kerja-kerja publik dalam bentuk pelayanan dan melakukan pendampingan masyarakat oleh kader-kader PKB diakui masyarakat sehingga mereka menjatuhkan pilihan kepada PKB," kata sekretaris DPW PKB Jatim, Hj Anik Maslachah, Senin (11/10/2021).
Kendati demikian, wakil ketua DPRD Jatim itu juga mengingatkan kepada seluruh kader PKB supaya tak terlena dan jumawa dengan hasil survei. Mengingat, waktu pelaksanaan pemilu masih cukup lama sehingga keunggulan itu perlu dijaga dengan baik.
"Kami berterima kasih walaupun itu saya belum tahu itu lembaga survei atau polling atau apalah, tapi setidaknya kami merasa termotivasi untuk semakin memperkaya gerak semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ungkap politikus asal Sidoarjo.
Diakui Anik, pada Pileg kedepan PKB Jatim memang menargetkan merebut kembali juara pertama di Jatim yang sempat lepas diambilalih PDI Perjuangan. Untuk merealisasikan target tersebut, pihaknya terus melakukan kordinasi dan kerja-kerja politik yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat Jatim.
"Sesuai target yang dipatok DPP, PKB Jatim pada Pileg 2024 mendatang bisa meraih 30 kursi DPRD Jatim," jelas mantan bendahara PW Fatayat NU Jatim.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan hasil survei The Republic Intitute tingkat keterpilihan (elektabilitas) masyarakat Jatim terhadap partai politik adalah PKB (25,2%), PDIP (19,6%), Golkar (11,8%), Gerindra (11,7%), Demokrat (9,1%), Nasdem (4,2%), PPP (4,2%), PAN (3,4%), PKS (2,2%), Hanura (0,8%), Berkarya (0,4%), PSI (0,3%), Gelora (0,2%) dan Ummat (0,1%).
Bila melihat kondisi data elektabilitas ini yang cukup mengalami kenaikan dari tren tahun sebelumnya yakni Golkar yang
sudah peringkat 3 dan PAN yang tahun lalu masih dibawah 2% kini sudah di angka 3,6%.
"Dari data tersebut, dapat dijelaskan bahwa, peningkatan PKB yang luar biasa besar ini terjadi salah satunya karena imbas di beberapa wilayah kabupaten bupatinya berasal dari kader PKB,
seperti Sidoarjo, termasuk peningkatan PKB karena masyarakat melihat PKB saat ini lebih harmonis pada tataran kepengurusan, mulai tingkat kabupaten, provinsi sampai pusat," kata Suyanto peneliti senior The Republic Institute.
Yang tidak kalah besar peningkatan suaranya adalah Golkar yang mampu menyodok di urutan ketiga hasil survei, padahal kalau kita lihat di Parlemen, Golkar urutan kelima setelah PDIP, PKB, Gerindra dan Demokrat. Peningatan Golkar ini disebabkan oleh beberapa alasan.
"Tokoh Golkar di wilayah banyak yang bergerak di bawah tanah seperti Sahat Simanjuntak, Zulfikar dan Hasan Irsyad. Beberapa pengurus partai dan caleg partai melaksanakan secara massal kegiatan-kegiatan sosial, seperti vaksinasi dan pembagian sembako. Serta penguatan kembali golkar di wilayah wilayah pinggiran dan perbatasan imbas dari kondisi
ekonomi saat ini," pungkas Sufyanto.
Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur
Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur










