Musim penghujan menimbulkan berbagai dampak bencana. Terutama banjir dan tanah longsor yang bisa mengakibatkan terjadinya korban jiwa dan kehilangan harta benda. Untuk itu, anggota DPRD provinsi Jatim Hari Putri Lestari SH MH atau yang biasa dipanggil HPL ini mengungkapkan, pihaknya mengingatkan agar sedini mungkin masyarakat mewaspadai terjadinya bencana tersebut.
"Peringatan BMKG untuk waspada La Nina , curah hujan bisa 70% di atas normal, Provinsi Jawa Timur waspada bencana hidrometeorologi," tegas wakil ketua DPD PDIP Jatim ini.
HPL menyebutkan bahwa, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG), sebuah Lembaga yang memiliki tugas mengamati, mengolah, menganalisa, menyebarluaskan informasi Meteorologi (cuaca), Klimatologi (iklim), dan Geofisika (Gempa bumi dan Tsunami) sudah mengingatkan Fenomena La Nina.
"Menurut BMKG, La Nina berdampak pada kenaikan intensitas hujan, dan dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi basah seperti hujan lebat, curah hujan tinggi, angin kencang, puting beliung, petir, bahkan badai tropis, banjir bandang, dan tanah longsor. Fenomena La Nina melanda wilayah Indonesia sejak bulan Agustus dan diprakirakan akan berkembang /meningkat hingga Februari tahun 2022," terang Anggota komisi E ini.










