gerbang baru nusantara

Pemberdayaan Desa Agro Wisata Butuh Sentuhan Pemprov Jatim

Pemberdayaan Desa Agro Wisata Butuh Sentuhan Pemprov Jatim

Fathis Su'ud
Kamis, 04 November 2021
Bagikan img img img img
Kabupaten Gresik bagian utara dikenal sebagai sentra perikanan dan pertanian. Selama pandemi Covid-19 masyarakat nelayan dan petani juga ikut terdampak sehingga pemerintahan desa terus berupaya meningkatkan kesejahteraan warganya dengan berbagai inovasi. 
 
Sayangnya, dana desa belum mencukupi untuk menunjang program pemberdayaan masyarakat maupun pembangunan sarana dan prasarana yang ada di desa. Keluhan tersebut disampaikan Kades Mentaras Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik, Parto kepada anggota DPRD Jatim dapil Gresik-Lamongan saat melakukan reses III tahun 2021, di balai Desa Mentaras, Senin (1/11/2021) lalu.
 
"Kami telah siapkan lahan 8 hektar yang akan digunakan untuk wisata Mbang Wetan berupa kolam renang dan 2 hektar untuk wisata religi berupa makam Mbah Khusen yang merupakan leluhur KH Maimun Zubair Rembang," kata Kades Parto.
 
Ia meyakini dengan adanya pembangunan dua obyek wisata tersebut, perekonomian warga Desa Mentaras akan meningkat karena akan banyak wisatawan yang berkunjung sehingga potensi perekonomian akan tumbuh khususnya UMKM.
 
"Saya juga ingin khusnul khotimah, setelah tidak menjabat kepala desa punya kenang-kenangan bagi masyarakat yaitu ingin merehab balai desa dan masjid Baitur Rahman, karena itu mohon bisa diperjuangkan Pak Kodrat supaya bisa dapat bantuan dari Pemprov Jatim," harap kades yang sudah tiga periode memimpin Desa Mentaras.  
 
Masih di tempat yang sama, Kades Mbulangan Kecamatan Dukun, Mudlofar juga berharap bisa dibantu Pemprov Jatim untuk rehab balai desa dan pemberdayaan kelompok tani wanita.  
 
"Di tempat kami sudah saya siapkan lahan 1 hektar untuk ditanami lombok dengan menggunakan teknologi pertanian dengan harapan bisa meningkatkan perekonomian para petani wanita agar tidak berkerja jauh-jauh dari rumah," beber Mudlofar.
 
Selain itu, pihaknya juga berharap ada program dari Pemprov Jatim untuk pemberdayaan kelompok tani dengan teknologi pertanian sehingga kaum petani bisa memproduksi tanaman yang bisa dipanen harian, mingguan dan bulanan. 
 
"Kami mohon bimbingan dari dinas pertanian provinsi lahan tersebut kiranya bisa ditanami tanaman apa saja sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan kaum petani wanita di Desa Mbulangan," tutur Mudlofar.
 
Senada, kades Wonokerto juga telah menyiapkan lahan 1 hektar untuk peningkatan penghasilan masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani. Sebab selama pandemi Covid-19 perekomian warga turun drastis sehingga pihaknya berupaya melakukan inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan warga. 
 
Muawiyah ketua PAC Fatayat Kecamatan Dukun juga berharap ada program dari Pemprov Jatim untuk pemberdayaan perempuan sehingga organisasi kemasyaratan yang berbasis kaum perempuan bisa lebih berdaya. 
 
"Selama masa pandemi ini kami juga ingin memberikan santunan kepada kaum dhuafa dan anak yatim piatu. Tapi melihat kondisi anggota yang juga dalam ketidakberdayaan sehingga kami tidak tega jika harus menarik urunan," ungkap Muawiyah.
 
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan, Kodrat Sunyoto berjanji akan memperjuangkan dan menfasilitasi untuk merealisasikan apa yang diinginkan oleh kelompok masyarakat dan para kepala desa. Sebab ini adalah bagian dari tanggungjawab anggota DPRD terhadap masyarakat yang telah memilihnya.
 
"Pokok-pokok pikiran ini akan saya perjuangkan untuk direalisasikan. Sedangkan untuk pemberdayaan kelompok tani, saya akan konsultasikan ke Dinas Pertanian Jatim dan dinas terkait lainnya," kata ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim, Kamis (4/11/2021). 
 
Menurut Kodrat, upaya yang dilakukan sejumlah kepala desa untuk memulihkan perekonomian masyarakat patut diacungi jempol. Terlebih mereka tidak mau diberi ikan tapi cukup pancing sehingga nantinya mereka bisa mencari ikan secara berkelanjutan. 
 
"Inovasi sejumlah kepala desa menyediakan lahan untuk ditanami tanaman yang bisa berproduksi secara harian, mingguan dan bulanan ini sangat baik. Dinas Pertanian Provinsi Jatim diharapkan bisa menfasilitasi dan menggandeng perguruan tinggi untuk penerapan teknologi pertanian sehingga kesejahteraan petani bisa meningkat," pungkas politikus asli Lamongan ini. 

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu