gerbang baru nusantara

Mari Tingkatkan Apresiasi dan Penghormatan Kita pada Kaum Ibu

Mari Tingkatkan Apresiasi dan Penghormatan Kita pada Kaum Ibu

Norah Hasanah
Rabu, 22 Desember 2021
Bagikan img img img img

 Peringatan Hari Ibu Nasional  yang diperingati di Indonesia setiap tanggal 22 Desember, menjadi simbolisasi penghargaan dan penghormatan tertinggi bagi kaum ibu di tanah air.  Di momen ini tiap tahunnya,  menginspirasi kita semua untuk  mengevaluasi kembali sejauh mana peran perempuan   terutama yang berkiprah di bidang poliitk mampu memberikan sumbangsih pemikiran baru dan solusi bagi problem perempuan secara umum.. Kontribusinya dalam  ikut membangun dan mengisi perkembangan  pembangunan negara yang berkemajuan.. Dan sejauh mana, kehadiran mereka mengisi ruang ruang yang dulu didominasi kaum pria, bisa diterima masyarakat luas.

  “ Ibu adalah madrasah,  sekolah pertama bagi anak anaknya. Porsi pertumbuhan dan pendidikan anak anak terbanyak dari seorang ibu. Meski perkembangan peradaban  dan pembangunan  memaksa ibu ibu   memilih berkarier di luar rumah, sehingga mengurangi  durasi kebersamaan dengan anak anaknya.  Tapi apapun itu, saya yakin para ibu  tahu betul bagaimana memaksimalkan kualitas kebersamaa  dengan anak anaknya dengan cara yang berbeda beda. Sehingga tetap terjaga dan terjalin hubungan rutinitas,   intensitas dan  kualitas  yang positif” tutur Hj Lilik Hendarwati, politisi PKS yang duduk sebagai  anggota DPRD Jatim .

Istri salah satu profesor di ITS ini juga menambahkan, seorang  ibu yang baik dan ideal adalah  perempuan yang baik kepada dirinya, keluarga dan  lingkungannya. Mampu menjaga harga dirinya, martabatnya, menjaga jati dirinya, tidak harus ia seorang pejabat, memiliki karier tinggai atau status sosial lainnya. Tetapi perempuan  harus tetap  mampu memenuhi kewajiban kewajibannya sebagai seorang istri, ibu dan tugas lainnya.  Harus juga tetap diingat dibalik setiap sosok perempuan yang sukses, pasti ada suami i yang berperan besar dan berkorban untuk mendukung kesuksesannya.

            “ Ketika perempuan menjadi pejabat publik misalnya, syarat utamanya,  hendaknya ia harus sudah menyelesaikan semua urusan  domestiknya. Rumah tangga atau keluarga sebagai istri maupun ibu. Tentu dengan kemampuan manajerial dalam mengelola kewajibannya sebagai seorang ibu maupun sebagai seorang istri.Bagaimana bisa ia berperan maksimal di luar rumah atau dalam ranah publik ketika masih direcokin urusan keluarga yang belum kelar.  Selain membebani pikiran,  akan jadi kendala sehingga  kinerjanya tidak mungkin  bisa maksimal. Secara pribadi, Alhamdulillah  saya  sangat bersyukur, memiliki anak anak yang cukup mandiri dan mampu memahami peran ibunya untuk masyarakat. Juga ketika saya harus berperan di tengah masyarakat sebagai seorang anggota Dewan, Atas izin Allah,  karier suami juga sudah optimal“  kata  tambah  anggota komisi C, DPRD Provinsi Jatim ini. 

            Sebagai perempuan, menjadi ibu dan istri  memang  menyangga beban dan tanggung jawab yang tidak kecil.  Selain mendidik anak, melayani suami, memenej urusan rumah tangga plus manajer keuangan keluarga dan seabrek tugas lainnya.   Ditambah  tugas mengemban jabatan publik,  maka dituntut mampu  menjadi  solusi  strategis bagi setiap problem masyarakat.. Ia harus memiliki kejernihan berpikir dan kebijakan rasional  yang bisa diaplikasikan ke masyarakat  luas. Jika mampu menjalani peran ini  dengan tetap meluruskan niat semata  dalam rangka beribadah kepada Allah SWT Insya Allah maka semuanya akan menjadi ringan tanpa beban.

            Masih menurut  ibu  6 anak jebolan Fisika , FMIPA , ITS ini,   ibu adalah seorang pahlawan, apapun peran dan profesi yang dipilihnya. Ketika ia bisa memberikan kontribusi bagi kelarga dan anak anaknya,  layak disebut pahlawan. Ibu adalah   madrasah, tempat belajar, bertanya, orang paling dekat yang memiliki keterikatan emosional  tinggi dengan anak-anaknya. Fitrahnya yang lebh dominan secara emosional di banding rasionalnya pas dengan laki laki yang  memiliki fitrah sebaliknya.

            “ Di hari ibu ini, marilah bersama sama meningkatkan apresiasi dan penghargaan setinggi tinginnya bagi para kaum ibu kita semua. Mengingatkan kembali betapa besar pengorbanan dan perjuangan mereka untuk mencetak generasi muda unggulan. Mereka adalah figur yang paling bertanggung jawab untuk mencetak generasi muda generasi muda terbaik yang akan melanjutkan perjuangan para pahlawan pendahulu kita juga pembangunan bangsa Indonesia  agar tetap berdiri kokoh dan sejajar di tengah bangsa bangsa besar lainnya.” tutupnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu