Antisipasi Sopir Bus Nyabu, Dewan Jatim Usul Terminal Publik Di Jatim Didirikan Posko Tes Urine
Antisipasi Sopir Bus Nyabu, Dewan Jatim Usul Terminal Publik Di Jatim Didirikan Posko Tes Urine
Untuk menekan sebaran narkoba di kalangan sopir bus, Dewan Jatim berharap agar seluruh terminal di Jatim didirikan tempat test urine khusus bagi sopir bus.
rn“ Belajar dari kecelakaan bus Pariwisata Ardiansyah di tol Sumo yang menewaskan 14 penumpangnya, dimana sopir bus sebelumnya telah mengkonsumsi sabu maka perlu adanya tes urine untuk sopir bus di terminal,”jelas anggota Komisi A DPRD Jatim Siadi saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (18/5/2022).
rnPolitisi asal Malang ini mengatakan pelaksanaan tes urine massal terhadap sopir bus maupun sopir angkutan publik, merupakan salah satu upaya untuk menekan peredaran narkoba di Jatim.
rn“Jika dalam tes urine tersebut dijumpai sopir yang dalam pemeriksaannya positif, sudah selayaknya dilarang untuk mengemudikan angkutannya. Jangan sampai lolos dan tentunya akan merugikan nyawa penumpangnya jika lolos,”terang politisi Golkar ini.
rnDibeberkan oleh Siadi, ke depan untuk menekan peredaran sabu lebih maksimal, pihaknya berharap pemerintah menerapkan system seperti saat melakukan antisipasi pandemi covid-19.
rn“Perlu cara-cara seperti penanganan covid-19 secara massif untuk memotong mata rantai peredaran sabu di Jatim,”tandasnya.
rnPengemudi cadangan bus pariwisata PO. Ardiansyah yang mengalami kecelakaan di ruas tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) diduga mengkonsumsi sabu-sabu saat berkendara. Polisi terus mencari fakta baru dari kecelakaan yang menewaskan 14 penumpang bus wisata untuk segera menetapkan tersangka.










