gerbang baru nusantara

Prabowo Dirikan KopDes Merah Putih, Sumardi: Motor Penggerak Ekonomi Desa

Anggota komisi A DPRD Jawa Timur Sumardi mengatakan keberadaan koperasi merah putih yang tersebar di Indonesia termasuk di Jawa Timur diharapkan mampu bersinergi dengan BumDes di masing-masing desa terlebih dalam menggali potensi di masing-masing desa.

Try Wahyudi
Sabtu, 08 Maret 2025
Bagikan img img img img
Anggota komisi A DPRD Jawa Timur Sumardi

Anggota komisi A DPRD Jawa Timur Sumardi mengatakan keberadaan koperasi merah putih yang tersebar di Indonesia termasuk di Jawa Timur diharapkan mampu bersinergi dengan BumDes di masing-masing desa terlebih dalam menggali potensi di masing-masing desa.

Sekedar diketahui, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta.Dalam pertemuan ini, pemerintah menetapkan kebijakan strategis untuk memperkuat ekonomi desa melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (Kop Des Merah Putih), yang akan dibangun di 70 ribu hingga 80 ribu desa di seluruh Indonesia.

"Kalau BumDes itu kepanjangan lebih urus infrastruktur desa. Dengan hadirnya koperasi merah putih di semua desa bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa," katanya, sabtu (8/3/2025).

Politisi Golkar tersebut mengatakan koperasi desa Merah Putih dapat mengelola gerai sembako, obat murah, apotek desa, unit usaha simpan pinjam koperasi, klinik desa, fasilitas ruangan berpendingin, serta distribusi logistik.

Selain itu, koperasi tersebut akan menjadi agregator bagi upaya peningkatan harga produk pertanian dari desa sekaligus stabilisator inflasi. ”Koperasi Desa Merah Putih harus mampu memperpendek rantai pasok dan melancarkan distribusi barang dan jasa hingga ke tingkat desa. Jadi, konsumen akhir akan memperoleh biaya lebih rendah,” ujarnya.

Pria yang juga pengacara ini mengatakan selain menjadi motor penggerak ekonomi desa, Koperasi Desa Merah Putih juga diharapkan mampu mengatasi jeratan pinjaman online (pinjol), tengkulak, dan rentenir yang selama ini membebani masyarakat desa. Sumardi memastikan bahwa koperasi ini akan memberikan akses permodalan yang lebih sehat dan berkeadilan bagi masyarakat desa.

koperasi desa ini, lanjut Sumardi hadir sebagai representasi negara untuk melindungi masyarakat desa dari sistem pinjaman informal yang tidak memiliki mekanisme perlindungan hukum.

“Koperasi ini hadir sebagai mewakili negara. Negara hadir untuk menyelamatkan mereka. Memutus jangan sampai mereka tergantung kepada tadi pinjol, tengkulak, rentenir yang tidak bisa dipertanggungjawab secara hukum,” tegasnya.

Ketika dikonfirmasi apakah tak kawatir dengan keberadaan BumDes, Sumardi memastikan bahwa justru nantinya BumDes dan koperasi merah putih saling bersinergi. " Apa yang tidak ada di BumDes tentunya bisa diisi oleh koperasi merah putih. begitu sebaliknya. Harus saling mengisi satu sama lain. Banyak potensi yang bisa dimaksimalkan oleh keduanya,"tandasnya.

Terpisah, beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), menjelaskan bahwa koperasi ini akan menjadi pusat kegiatan ekonomi desa, termasuk sebagai tempat penyimpanan dan penyaluran hasil pertanian masyarakat. “Satu yang diputuskan yaitu dibentuknya Koperasi Desa Merah Putih, jadi disingkat Kop Des Merah Putih. Nah itu akan dibangun di 70 ribu desa,” ujar Zulhas dalam keterangan persnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu