Surabaya Hidupkan Kampung Pancasila, Beri Fasilitas Gen Z Kegiatan Positif
Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf mengatakan pihaknya minta agar pemkot Surabaya memfasilitasi gen Z dalam pelibatan pembentukan kampung Pancasila sebagai tindak lanjut SE Mendagri tentang Siskamling.
Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf mengatakan pihaknya minta agar pemkot Surabaya memfasilitasi gen Z dalam pelibatan pembentukan kampung Pancasila sebagai tindak lanjut SE Mendagri tentang Siskamling.
"Pada prinsipnya saya mendukung sekali dibentuknya kampung pancasila tersebut. Terlebih pelibatan gen Z nantinya" tutur politisi PKB ini, Jumat (12/9/2025).
Dengan memberikan fasilitas kepada gen Z yang terlibat dalam siskamling, tentunya hal ini akan mengalihkan dari kegiatan-kegiatan yang negatif.
"Biasanya kalau di kampung kumpul-kumpul bisa kegiatan negatif karena jarang ketemu. Untuk menghindari itu harus difasilitasi agar ada kegiatan positif. Misalnya waktu jaga siskamling diberi peralatan tenis meja atau juga karambol. Inikan dulu pernah dilakukan," jelasnya.
Pemerintah Kota Surabaya bersiap mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) dengan memanfaatkan program Kampung Pancasila yang sudah berjalan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat di tingkat RT dan RW.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan Kampung Pancasila dirancang untuk mengembalikan nilai-nilai luhur bangsa yang mulai tergerus modernisasi dan pengaruh media sosial.
"Kampung Pancasila menghidupkan kembali semangat gotong royong, keguyuban, dan kemampuan masyarakat untuk menyelesaikan masalah di tingkat RT, RW, dan kampung. Program ini inline dengan kepemimpinan RT/RW sehingga langsung menyentuh masyarakat," tuturnya.
Sebagai informasi, Kampung Pancasila di Surabaya dibangun melalui empat pilar utama, yakni lingkungan, kemasyarakatan, ekonomi, dan sosial budaya. Program lingkungan mencakup pemilahan sampah, urban farming, hingga kerja bakti.
Pada aspek kemasyarakatan, kegiatan difokuskan pada patroli keamanan, mitigasi bencana, dan pencegahan narkoba. Sementara itu, bidang ekonomi diarahkan pada pemberdayaan UMKM dan pelatihan usaha, sedangkan sosial budaya berfokus pada penguatan keluarga, pencegahan kekerasan, serta peningkatan kesehatan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Surabaya melibatkan masyarakat, TNI-Polri, serta perangkat wilayah seperti camat, lurah, Polisi RW, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.










