gerbang baru nusantara

DPRD Jatim Kawal Perkembangan Investigasi Tambang Magetan, Tekankan Keselamatan Pekerja

DPRD Jatim menegaskan keselamatan pekerja sebagai prioritas utama dalam kasus tambang Magetan. Investigasi dan audit izin tambang terus dikawal agar berjalan transparan dan akuntabel.

Gegeh Bagus S
Selasa, 07 Oktober 2025
Bagikan img img img img
Wakil Ketua DPRD Jatim, Deni Wicaksono, menegaskan pentingnya audit tambang menyeluruh dan penegakan keselamatan kerja pasca-tragedi tambang Magetan.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Deni Wicaksono, menyampaikan perkembangan terbaru terkait kasus longsor tambang galian C di Kabupaten Magetan yang menewaskan seorang pekerja pada akhir September 2025. Ia memastikan bahwa proses investigasi dan evaluasi tambang masih terus berjalan, baik di tingkat provinsi maupun pusat.

“DPRD Jatim terus memantau perkembangan penanganan tambang di Magetan. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas ESDM Jatim dan Inspektur Tambang Pusat untuk memastikan evaluasi dilakukan secara menyeluruh dan transparan,” ujar Deni, Selasa (07/10/2025).


 

Apresiasi Langkah Cepat Gubernur Jatim

Deni mengapresiasi langkah cepat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang meninjau langsung lokasi kejadian dan memberikan perhatian kepada keluarga korban. Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan kepemimpinan yang tanggap terhadap persoalan rakyat.

“Langkah Bu Gubernur yang turun langsung ke Magetan dan memberikan santunan kepada keluarga korban adalah wujud empati sekaligus tanggung jawab moral pemerintah,” jelas politisi muda dari PDI Perjuangan itu.

Ia juga mendukung langkah investigasi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim yang menurunkan tim gabungan bersama Inspektur Tambang Pusat.

“Kita harus pastikan seluruh tambang di Jawa Timur, termasuk di Magetan, benar-benar memiliki izin lengkap dan memenuhi aspek keselamatan. Jangan sampai ada lagi korban jiwa akibat kelalaian teknis,” tegasnya.

(Baca Selengkapnya: Sebelumnya DPRD Jatim Desak Evaluasi Tambang Galian C Usai Longsor di Magetan)


 

Audit Tambang Harus Menyeluruh dan Tegas

Deni menilai tragedi di Magetan menjadi momentum penting untuk memperketat pengawasan dan menindak tegas pelaku usaha yang melanggar aturan. DPRD Jatim, katanya, siap mengawal agar audit menyeluruh terhadap seluruh tambang di Jatim dilakukan secara transparan.

“Bila ditemukan pelanggaran, izinnya harus dicabut tanpa kompromi,” ujarnya.

Selain itu, ia berharap hasil investigasi dapat menjadi dasar perbaikan regulasi pertambangan di tingkat daerah. Deni menekankan perlunya koordinasi antarpemerintah untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

“Kasus di Magetan adalah alarm bagi semua pihak. Kita ingin ada perbaikan sistem agar aktivitas tambang benar-benar sejalan dengan prinsip keselamatan dan keberlanjutan lingkungan,” katanya.

(Baca Selengkapnya: Desakan DPRD Jatim untuk Kajian Ulang Izin Tambang Galian C yang Rawan Longsor )


 

ESDM Jatim Dikonfirmasi Hadir dalam Rapat Lanjutan

Terkait ketidakhadiran Kepala Dinas ESDM Jatim dalam rapat koordinasi mitigasi tambang sebelumnya, Deni menjelaskan hal itu bukan bentuk pengabaian, melainkan karena adanya benturan agenda resmi.

“Undangan rapat awalnya dijadwalkan Senin, namun diminta diundur karena pada Selasa ada agenda dengan Komisi D DPRD Jatim yang juga membahas persoalan tambang,” jelasnya.

Ia memastikan, pimpinan ESDM Jatim akan hadir langsung dalam rapat koordinasi berikutnya untuk menghindari kesalahpahaman. Deni juga menegaskan bahwa surat teguran dan rekomendasi penutupan tambang dari Dinas ESDM Provinsi Jatim telah diterbitkan.

“Kita ingin semua pihak bersinergi, bukan saling salah paham. Yang utama sekarang adalah memastikan pengawasan tambang berjalan aman, tertib, dan berpihak pada keselamatan masyarakat,” pungkas Deni Wicaksono, yang juga Ketua Persatuan Alumni (PA) GMNI Jatim ini.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu