Tol Prosiwangi Gending–Paiton Beroperasi, Agung Soroti Dampak Ekonomi
Agung Mulyono menyambut beroperasinya Tol Prosiwangi segmen Gending–Paiton dan berharap konektivitas baru memperkuat logistik, pariwisata, serta ekonomi Tapal Kuda.
SURABAYA — Beroperasinya Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) segmen Gending–Paiton membuka konektivitas baru di kawasan timur Jawa Timur. Anggota Komisi D sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jawa Timur Agung Mulyono berharap ruas baru tersebut dapat memperlancar mobilitas barang dan masyarakat sekaligus memperluas peluang ekonomi kawasan Tapal Kuda.
Tol Prosiwangi segmen Gending–Simpang Susun (SS) Kraksaan–SS Paiton sepanjang 23,515 kilometer resmi dibuka untuk umum pada Rabu (30/09/2026) pukul 10.00 WIB. Selama 14 hari pertama, ruas tersebut dapat digunakan tanpa tarif sebagai masa sosialisasi.
Agung menilai operasional ruas tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pengembangan konektivitas kawasan timur Jawa Timur.
“Fraksi Demokrat dan Komisi D DPRD Jawa Timur tentu memberikan apresiasi serta menyambut baik percepatan operasional Jalan Tol Prosiwangi ini,” ujar Agung Mulyono, Senin (05/10/2026).
Namun, operasional yang dimaksud saat ini baru mencakup segmen Gending–Paiton, bukan keseluruhan jaringan Tol Prosiwangi hingga Banyuwangi.
Agung Harap Distribusi Barang Semakin Efisien
Agung menilai keberadaan jalan tol berpotensi memberikan alternatif perjalanan yang lebih cepat bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang di kawasan Tapal Kuda.
Selama ini, pergerakan kendaraan menuju kawasan timur Jawa Timur banyak bergantung pada jalan arteri. Bertambahnya pilihan akses diharapkan dapat memperbaiki konektivitas dan mendukung aktivitas ekonomi daerah.
Menurut Agung, manfaat tersebut perlu diarahkan agar dapat dirasakan pelaku ekonomi lokal, termasuk sektor perdagangan, pertanian, UMKM, logistik, dan jasa.
“Kami berharap Tol Prosiwangi ini benar-benar menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi baru, memperkuat pemerataan pembangunan antardaerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata di wilayah Tapal Kuda,” tegasnya.
Agung menilai konektivitas yang semakin baik juga dapat memperluas akses terhadap sentra produksi dan pusat kegiatan ekonomi di wilayah timur Jawa Timur.
Meski demikian, peningkatan konektivitas tidak otomatis menjamin penurunan biaya logistik atau peningkatan kesejahteraan. Dampaknya tetap dipengaruhi tarif tol, akses dari dan menuju gerbang tol, jaringan jalan penghubung, lokasi pusat produksi, serta efisiensi rantai distribusi.
Probolinggo–Besuki Diproyeksikan Lebih Cepat 45 Menit
Pengoperasian segmen Gending–Paiton diproyeksikan memangkas waktu perjalanan dari Probolinggo menuju Besuki sekitar 45 menit.
Perjalanan yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar dua jam melalui jalan arteri diproyeksikan menjadi sekitar satu jam 15 menit dengan memanfaatkan ruas tol yang telah beroperasi.
Selama masa sosialisasi 14 hari, tarif pada segmen Gending–Paiton ditetapkan Rp0. Pengguna tetap diwajibkan melakukan transaksi menggunakan kartu uang elektronik di gerbang tol. Kendaraan yang datang dari arah Surabaya atau Malang tetap membayar tarif jaringan Tol Trans Jawa hingga Gerbang Tol Gending.
Ruas yang beroperasi terdiri atas Seksi 1 Gending–SS Kraksaan dan Seksi 2 SS Kraksaan–SS Paiton, dengan akses melalui Gerbang Tol Kraksaan dan Gerbang Tol Paiton.
Pariwisata Tapal Kuda Diharapkan Ikut Terhubung
Agung juga melihat peluang dari sektor pariwisata.
Menurutnya, peningkatan aksesibilitas dapat membantu perjalanan menuju berbagai destinasi di kawasan timur Jawa Timur. Pengembangan jaringan Tol Prosiwangi secara bertahap diharapkan semakin memperkuat hubungan antara pusat kegiatan ekonomi, kawasan wisata, dan simpul transportasi.
Segmen Gending–Paiton sendiri membuka akses menuju sejumlah destinasi di kawasan Probolinggo dan Situbondo melalui SS Kraksaan dan SS Paiton.
Namun, Agung menilai manfaat infrastruktur tersebut perlu diterjemahkan menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat di kawasan yang dilalui maupun terhubung dengan jaringan tol.
Jaringan hingga Banyuwangi Masih Dikembangkan Bertahap
Pengoperasian Gending–Paiton belum berarti seluruh Tol Prosiwangi telah tersambung hingga Banyuwangi.
Ruas Gending–Besuki memiliki panjang sekitar 49,68 kilometer. Seksi 3 Paiton–Besuki telah menyelesaikan tahapan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO), dengan persiapan operasional sebelumnya direncanakan pada akhir 2026 atau awal 2027.
Sementara itu, estimasi perjalanan Probolinggo–Banyuwangi sekitar tiga jam merupakan proyeksi ketika seluruh jaringan Tol Prosiwangi telah beroperasi penuh. Saat ini, waktu perjalanan pada rute tersebut masih sekitar lima hingga enam jam bergantung kondisi perjalanan.
Karena itu, Agung berharap pengembangan jaringan berikutnya tetap memperhatikan konektivitas dengan kawasan ekonomi lokal sehingga keberadaan jalan tol tidak hanya berfungsi sebagai jalur lintasan.
Perhatian terhadap akses keluar-masuk jalan tol sebelumnya juga muncul dalam pembahasan pembangunan Tol Malang–Kepanjen. Anggota Komisi D DPRD Jatim Dewanti Rumpoko mengingatkan bahwa penentuan titik keluar tol perlu mempertimbangkan akses masyarakat, pusat kegiatan ekonomi, UMKM, serta kawasan pariwisata.
Baca selengkapnya: DPRD Jatim mengingatkan agar perencanaan akses keluar tol mempertimbangkan pemerataan manfaat ekonomi dan kemudahan akses masyarakat
Komisi D juga sebelumnya melihat pembangunan Tol Malang–Kepanjen sebagai infrastruktur yang berpotensi memperkuat konektivitas, mempercepat mobilitas, dan mendukung perkembangan kawasan.
Baca selengkapnya: DPRD Jatim menyoroti potensi jalan tol dalam memperkuat konektivitas sekaligus mendukung aktivitas ekonomi wilayah
Agung berharap pengembangan Tol Prosiwangi pada akhirnya dapat memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di kawasan Tapal Kuda. (Yudhie)










