Memasuki musim kemarau, sebagaian besar warga pulau Madura mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Hal ini terjadi karena sumber air mengering. Mahhud anggota Fraksi PDI Perjuangan dapil Madura menjelaskan, kekeringan sudah terjadi sejak lama. Namun solusi permanen belum bisa dirasakan warga, karena membangun embung untuk penampungan air hujan memerlukan banyak anggaran. "Ini perlu bantuan baik dari pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, dan pemerintah provinsi," tutur Mahhud, Senin (21/9/2020). Alumni UIN Surabaya ini, mendorong agar kegelisahan warga pulau Madura segera terselesaikan. "Kami mendapat banyak masukan, karena itu keluhan sulitnya sumber air harus ada solusi, agar warga bisa hidup lebih nyaman," tutur dia. Mahhud menegaskan, selama ini bantuan sarana air besih hanya dilakukan secara insidentil. Dimana setiap daerah atau desa yang mengalami kekeringan, pemerintah kabupaten memberikan bantuan air dengan sarana transportasi truk tangki. "Selama ini hanya truk tangi air bersih yang efektif," tegas dia. Mahhud menyebutkan hampir sebagaian 4 kabupaten di wilayah Madura setiap musim kemarau selalu mengalami kekeringan. Meski banyak sebagaian wilayah kondisi wilayahnya masih sangat bagus sumber airnya. "Kami dalam masa reses ini, segera mengusulkan agar pembangunan sarana air bersih menjadi prioritas di wilayah Madura," tegas dia.











