Komisi B DPRD Jatim Dukung Adanya Program Sakera Tembakau
Komisi B DPRD Jatim Dukung Adanya Program Sakera Tembakau
Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur mendukung program Sinergitas Kelompok Tani dengan Pengusaha Rokok Sebagai Jaminan pasar atau Sakera Tembakau yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jatim.
Ketua Komisi B DPRD Jatim, Aliyadi Mustofa dikonfirmasi di DPRD Jatim, Rabu (10/2/2021) mengatakan program Sakera Tembakau menjawab keresahan petani yang terjadi selama ini. Melalui program tersebut, nasib petani lebih terjamin. Bahkan , dalam program tersebut, ada kemitraan dengan pola kerja sama pasar. Yakni, kerja sama antara petani dengan pabrik rokok. Dengan pola tersebut, petani tidak akan kesulitan memasarkan tembakau.Sehingga petani tidak selalu menjual kepada tengkulak yang cenderung merugi.
“Harganya juga lebih terjamin dibanding dijual kepada tengkulak. Selama ini, harga tembakau di tingkat petani cenderung murah karena ada permainan dari tengkulak. Harga tembakau sering kali lebih murah dari Break Event Point (BEP),” katanya
"Maka itu, kami minta program Pemprov tersebut bisa segera direalisasikan segera pada tahun ini oleh Dinas Perkebunan Jatim. Dan kami tidak ingin dengar lagi petani selalu dirugikan lagi lantaran harga tembakau dibawah biaya produksi,"pintanya politisi asal Fraksi PKB Jatim ini.
Menurutnya, program baru tersebut ada kerja sama paket antara petani dengan pabrik. Karena petani akan mendapatkan pendampingan mulai pembibitan hingga pasca panen. “Kemudian perusahaan akan memberikan beberapa fasilitas kepada petani. Di antaranya, penyediaan benih, fasilitas kredit dan program lingkungan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR),” tandasnya.
Politikus asal Madura ini juga menyampaikan, pihaknya akan mendorong program pemerintah yang menguntungkan petani. Demikian pula sebaliknya, sebab tembakau petani selama ini dibeli dengan harga yang tidak wajar. “Selama ini industri tembakau tidak terlalu memihak pada petani. Harga di lapangan sangat murah. Tidak jarang petani bukan mendapat hasil, tapi justru merugi,”paparnya.
Maka itu, berharap ia program Sakera Tembakau itu memudahkan petani menjual hasil keringatnya dengan harga yang realistis, tidak lagi menggantungkan nasibnya kepada tengkulak."Kita Pastikan dengan program Sakera, harga jual tembakau meningkat. Dan kami akan terus memperjuangkan nasib petani tembakau. Program pemerintah harus berpihak petani. Kami akan kawal terus program-program pemerintah itu,"pungkasnya.










