Masih Prihatin Sektor riil Belum Memberi Dampak Kesejahteraan Bagi Masyarakat
Masih Prihatin Sektor riil Belum Memberi Dampak Kesejahteraan Bagi Masyarakat
Masih belum dirasakannya dampak kesejahteraan untuk masyarakat yang bermata pencaharian dibidang Pertanian, perternakan, perikanan dan informal membuat anggota DPRD Jatim dari Dapil Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi Akiq Zaman prihatin.
Harusnya pemerintah memberikan stimulus yang mampu menjadikan pelaku usaha di 4 bidang ini merasakan dampak anggaran yang disusun di APBD Jatim.
“Ada tiga pilar pokok yang harus diperbaiki oleh Pemprov Jatim. Tiga pilar itu antara lain Agraria, peternakan termasuk kelautan dan sektor informal,”jelasnya saat ditemui di Gedung DPRD Jatim Jl Indrapura no 1 Surabaya.
Politisi asal PKB ini mengatakan dari data statistic, di Jatim disektor informal selalu mengalami pembengkakan jumlahnya.
”Bahkan menggantikan system agraris yang melakukan penyempitan lahan dan urbanisasi. Ini jumlahnya semakin hari semakin besar,”jelasnya.
Karenanya politisi asli Situbondo ini mengungkapkan perlu ada upaya maksimal dari bank milik pemprov semisal Bank UMKM untuk memberikan insentif permodalan khusus untuk memperkuat sektor informal yang ada di Jatim.
“Insentif harus diberikan agar tiga pilar tersebut bisa maksimal sehingga bisa menumbuhkan perekonomian di Jatim termasuk di 3 dapil yang saya wakili. Jika ini dilakukan pemprov, maka saya optimis bisa menahan laju kemiskinan setidaknya agak melambat,” kata Akik
Terutama dimasa Covid seperti saat ini, pemerintah harus hadir untuk membantu dengan catatan tepat sasaran.integratif holistik dan menyelesaikan persoalan. "Karena selama ini meski anggaran APBD naik tapi belum menjawab kebutuhan 4 sektor ini. Maka butuh adanya sentra ekonomi masyarakat untuk bisa menolong kesejahteraan petani, nelayan dan orang yang bekerja di sektor infornal," ungkap Akik.
Untuk itu Akik terus berupaya memperjuangkan adanya kemudahan insentif dan bantuan modal dari lembaga lembaga keuangan milik pemprov Jatim, "Jangan hanya jargonnya yang manis tapi realitasnya masih ada disparitas. Kita harus belajar pada daerah lain seperti kalimantan barat kita bisa lihat pemandangan berbeda, disana sarana produksi pertanian termasuk pupuk saja sulit. Saya berharap masyarakat yang saya wakili benar benar dapat kemudahan itu," pungkasnya.










