gerbang baru nusantara

DPRD Jatim Minta Dinas Sumber Daya Air Segera Normalisasi Sungai di Kecamatan Tempursari Lumajang

DPRD Jatim Minta Dinas Sumber Daya Air Segera Normalisasi Sungai di Kecamatan Tempursari Lumajang

Panca Indra
Rabu, 10 Maret 2021
Bagikan img img img img

Dewan Perwakilan rakyat Daerah, Ir Artono meminta agar Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jatim untuk segera melakukan normalisasi Sungai di wilayah kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang.

 

Artono dikonfirmasi, Jumat (3/5/2021) mengatakan saat reses di tempursari Lumajang masyarakat ingin menagih janji Dinas PU Sumber Daya Air Jawa Timur untuk menormalisasi sungai yang dangkal. Maka itu ia berharap Dinas PU SDA segera merealisasikan janji normalisasi sungai yang bermuara di Desa Bulurejo tersebut.

 

“Saya kira harus secepatnya dilakukan normalisasi sungai. Karena sungai mengalami pendangkalan. Dampaknya air sungai tidak bisa tertampung dan menggenangi persawahan warga,”tegasnya Artono politisi asal Fraksi PKS Jatim ini.

 

Artono yang juga Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim ini, prihatin dengan kondisi yang dialami masyarakat dari 7 desa di Kecamatan Tempursari yang notabene adalah konstituennya. Apalagi, warga mengalami kerugian akibat lahan mereka terendam air, sehingga gagal panen.

 

Artono akan segera berkoordinasi dengan pimpinan Komisi D yang menjadi mitra PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur. Pihaknya berharap kegiatan normalisasi sungai bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.

 

Artono menjelaskan, aliran sungai tersebut berasal dari gabungan sungai-sungai dari Desa Kaliuling, Pundungsari, Tempursari, Tempurejo, Purorejo, Bulurejo, Tegalrejo dan semuanya bermuara di Desa Bulurejo yang seharusnya langsung menuju ke laut.

 

“Karena ada abrasi air laut sehingga saluran menuju ke laut tertimbun oleh pasir laut, yang mengakibatkan air tidak bisa mengalir sehingga menggenangi lahan pertanian milik warga di 7 desa tersebut. Kerugian yang dialami warga ditaksir mencapai Rp 3 miliar. Ini tentu memprihatinkan,” ujar Artono.

 

Politikus PKS ini memberi apresiasi kepada warga yang secara gotong royong dibantu pihak desa, kecamatan, polsek, dan koramil melakukan penyodetan. Langkah itu dilakukan agar air sungai bisa langsung mengalir ke laut.

 

Namun proses itu tidak mudah karena harus menggali timbunan pasir yang menutupi lahan di sekitar sungai. Sementara jumlah alat berat sangat terbatas. “Saya mengapresiasi inisiatif warga bersama muspika melakukan penyodetan sungai menuju laut. Namun ini hanya solusi jangka pendek. Solusi terbaiknya adalah normalisasi pendangkalan yang ada di sebelah timur sungai,”pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu