Kunjungi DPRD Jatim, Dubes Arab Saudi Undang Masyarakat Kembali Umrah dan Haji
Kunjungi DPRD Jatim, Dubes Arab Saudi Undang Masyarakat Kembali Umrah dan Haji
Pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali ibadah Umrah dan Haji. Sore tadi, Senin (11/10/2021) Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed al-Thaqafi melakukan pertemuan dengan DPRD Jatim dengan maksud mengundang masyarakat Jatim untuk bisa kembali melaksanakan ibadah Haji dan Umrah.
Hal tersebut dikatakan Ketua DPRD Jatim, Kusnadi usai melakukan pertemuan dengan Dubes Arab Saudi. Kata Kusnadi, pihak Arab Saudi akan membuka ibadah Umrah dan Haji secara bertahap yakni 10 juta jamaah dahulu untuk pembukaan awal.
"Kita sampaikan bahwa, umat muslim Jatim itu hampir 90 persen dan sebenarnya umat muslim di Jatim tidak diundang pun Allah sudah mengundang kesana, ya pasti akan datang kesana," ujar Kusnadi.
Kusnadi mengatakan bahwa pemerintah Arab Saudi akan berusaha agar pandemi tidak menghalangi kegiatan ibadah Haji dan Umrah umat muslim di Indonesia. "Kita sampaikan juga bahwa masyarakat Jatim ini sudah rindu kembali kesana (Tanah Suci, red)," jelasnya.
Selain itu kata Kusnadi, Dubes Arab Saudi juga kagum dengan keragaman budaya dan agama di Indonesia. Bahkan kata mereka, ada satu keluarga yang memiliki agama yang berbeda dan bisa hidup bersama.
"Nah kita sampaikan juga bahwa Islam masuk ke Indonesia dengan akulturasi budaya sehingga bisa diterima oleh siapapun, dan agama apapun masuk ke Indonesia ini dengan akulturasi," tuturnya.
Dalam pertemuan di ruang VIP DPRD Jatim tersebut, juga diikuti oleh Wakil Ketua DPRD Jatim yakni Anwar Sadad, Anik Maslachah, Ahmad Iskandar dan Sahat Tua Simanjuntak. Menariknya, Anwar Sadad pun mengeluarkan kemampuan bahasa arabnya untuk berbincang dengan Dubes Arab Saudi.
Saat ditemui wartawan, Politisi Gerindra itu pun mengatakan bahwa Pemerintah Arab Saudi akan membuka kembali umrah dan haji secara bertahap. Di tahap awal, dari 30 juta kapasitas, Arab Saudi akan membuka tahap awal 10 juta jamaah terlebih dahulu.
"Arab Saudi akan membuka 10 juta tamu wisatawan tapi saat ini baru dibuka 4-10 juta,” jelas Sadad.
Saat ini, pemerintah Arab Saudi sedang menyesuaikan diri menyiapkan tempat dan fasilitas sesuai dengan kondisi pandemi Covid-19 yang belum tuntas. Meski demikian, Sadad mengatakan bahwa Pemerintah Arab Saudi belum bisa mengatakan kapan mulai pembukaan Ibadah Umrah dan Haji.
"Saya tanya itu dalam minggu yang akan datang atau sebulan yang akan datang, mereka mengatakan dalam waktu dekat, tidak menyebutkan kapan," tuturnya.
Sadad menjelaskan, bahwa pemerintah kerajaan Arab Saudi tahu betul sebagian besar penduduk Indonesia termasuk Provinsi Jatim itu adalah muslim dan mereka sangat rindu untuk bisa ziarah ke tanah suci.
“Saya kira kabar ini patut disyukuri karena selama Pandemi warga muslim tak bisa melaksanakan Umrah dan Haji,” kata Wakil Ketua DPRD Jatim itu.










