gerbang baru nusantara

Daerah Rawan Banjir, Hikmah: Masyarakatnya Harus Siaga

Daerah Rawan Banjir, Hikmah: Masyarakatnya Harus Siaga

Irfandi Putra
Kamis, 04 November 2021
Bagikan img img img img

Daerah Rawan Banjir, Hikmah: Masyarakatnya Harus Siaga

 

Banjir bandang menerjang Kota Batu, Jatim, Kamis (4/11/2021) sore. Setidakinya, banjir terseburt di Desa Sumber Brantas dan Desa Bulukerto Kecamatan Bumiaji. Banjir diperkirakan terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Berdasarkan laporan yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, air yang membawa material lumpur beserta kayu berdiameter besar menutup akses jalan di desa tersebut.  Berdasarkan update data yang dirilis BPBD Kota Batu pukul 23.30 WIB, dua warga meninggal dalam banjir bandang di Kota Batu. Sementara empat warga lainnya masih dinyatakan hilang.

Lalu apa kata Hj. Hikmah Bafaqih, M.Pd, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim tentang bencana ini? “Sebelumnya, kan sudah ada peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang dampak anomali cuaca maupun La Nina yang diperkirakan terjadi hingga akhir tahun. Ini yang harus kita sikapi dengan langkah-langkah yang tepat. Kewaspaadan harus ditingkatkan. Sementara kapasitas masyarakat untuk lebih tangguh benca dikuatkan lagi,” katanya.

Seperti kita ketahui, di beberapa daerah di Indonesia, perubahan musim dari musim kemarau ke musim hujan sudah mulai berganti. Juga demikian di sejumlah daerah di Jatim yang sudah turun hujan. Keadaan ini harus kita waspadahi. Apalagi BMKG sudah mengeluarkan peringatan sebelum-sebelumnya. Karena itu, yang paling penting di sini, agar masyarakat mewaspadai dampak anomali cuaca maupun La Nina yang diperkirakan terjadi hingga akhir tahun.

“Kejadian di Batu semoga menjadi peringatan bagi kita untuk menjaga kewaspadaan yang tinggi. Misalnya di daerah-daerah yang rawan bencana, seperti banjir dan tanah longsor. Bagi daerah-daerah yang sudah langganan banjir dan longsor diharapkan  masyarakat untuk berhati-hati. Selain banjir dan longsor, juga perlu di waspadai potensi angin puting beliung yang meningkat. Selain itu juga hujan es di beberapa wilayah akan terjadi, terutama ketika terjadi kilat antara awan yang terbentuk akan cukup tinggi dan rendah,” katanya, Jumat (5/11/2021).

Hikmah mengatakan, dalam hal bencana ini keberadaan masyarakat sangat menentukan. Terutama dalam hal ketangguhan masyarakat itu sendiri. “Mengapa? Karena setiap terjadi bencana, kapasitas masyarakat sendirilah yang paling berkontribusi membantu mereka menyelamatkan diri. Dibandingkan keberadaan relawan misalnya.

Untuk ini semua, masyarakat perlu menguasai tentang manajemen bencana terutama pada saat bencana. Salah satu hal sederhana yang bisa dilakukan adalah rajin memantau informasi cuaca ataupun potensi terjadinya bencana di daerah kota atau kabupaten tempat tinggal. Kita juga harus bisa segera menggunakannya dan kita juga harus tahu bagaimana rute evakuasi jika terjadi. Juga harus mengetahui, bagaimana masyarakat bertindak saat terjadi bencana. Juga demikian, apa yang harus dilakukan pasca bencana. “Di sini sosialisasi kepada masyarakat mempunyai peran penting agar masyarakt mempunyai bekal bila bencana datang. Kesiapsiagaan merupakan salah satu faktor penting bagi masyarakat dalam menghadapi bencana,” kata Hikmah.

Dikatakan, pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana untuk mengurangi terjadinya korban. Jatuhnya korban dapat diminimalisir dengan cara meningkatkan kesiapsiagaan dan kesadaran masyarakat, Masyarakat perlu waspada ancaman apa yang akan terjadi di daerahnya dan perlu mempelajari apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu