gerbang baru nusantara

Warga Surabaya Berhak Dapat Bansos dan Hibah Provinsi

Warga Surabaya Berhak Dapat Bansos dan Hibah Provinsi

Fathis Su'ud
Jumat, 05 November 2021
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Jatim asal Dapil I Kota Surabaya nampaknya mulai bisa bernapas lega. Sebab Wali Kota Surabaya yang baru, Eri Cahyadi telah memberikan lampu hijau kepada para lurah dan camat untuk memberikan tandatangan saksi atas pengajuan proposal bantuan sosial dan hibah dari kelompok masyarakat kepada Pemprov Jatim melalui anggota DPRD Jatim.
 
Angin surga itu bukan hanya kabar gembira bagi anggota DPRD Jatim asal Dapil Surabaya, melainkan juga bagi warga Kota  Surabaya yang merasa memiliki wakil di DPRD Jatim supaya bisa memperjuangkan kepentingan masyarakat pemilihnya.
 
"Di era kepemimpinan wali kota Surabaya sebelumnya memang ada larangan bagi para lurah dan camat untuk tandatangan  pengajuan hibah dan bansos oleh pokmas asal Surabaya kepada Pemprov Jatim, sehingga yang dapat bantuan hanya didominasi yayasan," kata Hj Agustin Poliana saat reses III tahun 2021 di Donorejo Wetan DKA Kelurahan Tambakrejo Kecamatan Simokerto  Surabaya, Kamis (4/11/2021) malam.
 
Politikus asal PDI Perjuangan ini mengaku sedih karena tidak bisa membantu dan memperjuangkan aspirasi warga Surabaya hanya lantaran dihambat birokrasi Pemkot Surabaya. Padahal aspirasi yang menjadi pokok pokok pikiran itu sudah menjadi kewajiban bagi anggota DPRD untuk diperjuangkan dan memiliki payung hukum yang jelas.
 
"Kami juga harus siap mental karena sering dicap oleh konstituen tidak memenuhi janji untuk memperjuangkan aspirasi warga Surabaya. Padahal yang menghalangi adalah birokrasi dari Pemkot sendiri," ungkap anggota Komisi C DPRD Jatim.
 
Diantara aspirasi yang disampaikan warga RW 5 Kelurahan Tambakrejo, lanjut Agustin adalah meminta bantuan komputer untuk PAUD, seragam pengajian ibu-ibu dan renovasi balai RW, serta persoalan sosial kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum mendapatkan bantuan sosial akibat pandemi Covid-19.
 
"Saya sarankan supaya ketua RT dan RW bersama masyarakat membentuk pokmas atau mengatasnamakan LPMK untuk mengajukan proposal bantuan.  Kalau lurah dan camatnya masih tidak mau tandatangan sebagai saksi, nanti saya akan koordinasi dengan Pak Walikota," tegas perempuan berparas cantik ini.
 
Ia berharap proposal itu segera diajukan agar bisa diperjuangkan terealisasi pada P-APBD Jatim 2022 atau APBD Jatim 2023. "Selama pandemi Covid-19 memang dana APBD terkuras habis untuk penanganan Covid-19, sehingga program-program pembangunan infrastruktur dan  pemberdayaan masyarakat tidak jalan dengan semestinya," jelas Agustin. 
 
Agar uang APBD tidak terkuras hanya untuk penanganan pandemi, Agustin juga mengajak masyarakat Donorejo Wetan untuk tetap menjaga prokes dan ikut vaksinasi. "Vaksin itu selain untuk jaga diri juga bisa membantu kalau kita terkena Covid tidak sampai parah bahkan sampai meninggal dunia," tegas Agustin.
 
Ia membuka diri bagi warga masyarakat Surabaya yang belum divaksin karena kesibukan kerja bisa datang langsung ke rumah setiap hari Sabtu dan Minggu malam untuk vaksin. "Saya sediakan rumah saya untuk membantu program vaksinasi pemerintah karena ingin warga Surabaya terbebas dari Covid-19," ungkap Agustin.
 
Di penghujung acara, Agustin juga mengingatkan masyarakat wajib pajak supaya segera membayar pajak kendaraan bermotor mumpung ada diskon dan gratis denda hingga 9 Desember mendatang. Mengingat dari data laporan, pendapatan pajak PKB dan BBNKB dari Kota Surabaya belum memenuhi target. 
 
"Pajak kendaraan bermotor yang sampeyan bayar itu nantinya akan dikembalikan ke Pemkot Surabaya setelah bagi hasil dan dipergunakan untuk pembangunan masyarakat. Termasuk untuk merealisasikan pengajuan proposal bapak ibu nanti. Kalau warga sudah taat bayar pajak maka harusnya berhak menikmati kue pembangunan dari pemerintah bukan malah dihalang-halangi," pungkasnya. (ud)    
 
 dan wajar kalau harga sekarang saya untuk merealisasikan janji tapi kan pada saat kemarin-kemarin itu kan ada surat Walikota yang tidak diperkenankan untuk bisa menerima hibah itu makanya kalau bahasa isyarat saya sendiri secara pribadi yang sangat kecewa kan Apalagi warga yang kebetulan konstituen saya itu kan uangnya sekali yang apa menagih janji makanya ini tahun-tahun sebelumnya tadinya kan terbatas tahun ini dirasa ketika ini kan harapan kita itu kan bisa membantu kita untuk warga apa untuk warga yang mengharapkan bantuan hibah itu bisa terealisasi makanya bentukan itu diharapkan bisa disaksikan oleh Pak Lurah dan ditandatangani oleh pak camat sehingga warga kita yang kebetulan Dapil 1 Surabaya itu semuanya bisa transaksi kalau tidak ya Jadi selama ini mereka berharap bahwa kan kita tidak pernah ya kita tidak pernah yang namanya kampanye Tuh kan apa memberikan sesuatu tapi kita adalah program-program itu kan dari anggaran APBD anggaran sendiri itu kita tidak bisa bantu dan merealisasikan itu artinya apa ada kebuntuan komunikasi antara saya selaku wakil rakyat dan 4 warga pemilih saya merasa bahwa saya memberikan janji-janji kosong ternyata tidak bisa terealisasi harapan kedepan adalah realisasi ini bisa tercapai dengan catatan bisa pembentukan VOC dilakukan di masing-masing RW maupun Kelurahan dalam puisi dari Wali seperti itu nanti itu emas atau lewat jalur yang lain begitu tapi yang kemarin-kemarin kan Yang kayaknya bisa tuh kan yayasan-yayasan 11 Surabaya tapi kalau mas sendiri belum bisa tapi bukan hanya sekali ini saja yang mereka tanyakan saja tapi wilayah-wilayah lain masih banyak 
 
pada pemerintah Qadar memberi supaya bisa menerima dana hibah dari provinsi dari rakyat dari Dapil selalu menyinggung soal pendapatan Tadi katanya Surabaya yang memuaskan bagi untuk hubungan pendapatan daerah terjadi setelah kita evaluasi seluruh pendapatan dari cerita pendek ya bapenda kota Kabupaten sangat miris terutama Surabaya Timur banyak yang tidak tercapai target nya seharusnya kemarin itu di Bulan September itu kan harusnya mencapai 70% tapi masih dibawa Masih sekitar 20 sampai 20% pendapatan yang terealisasi makanya di-reset ini saya berharap kepada seluruh warga Surabaya Ayo kita saling bantu karena mereka bisa bayar pajak dan itu dikembalikan lagi kepada daerah kota Kabupaten untuk bagi hasil lagi target vaksinasi Masih sekitar 80% warga Surabaya yang memang masih ada yang takut ya Satu Yang Kedua kadang-kadang mereka itu bukan warga sekitar tapi tinggalnya di situ kakaknya itu di luar sehingga paket ke tempat itu tidak tercapai seharusnya Kalau warga setempat katanya pada situ ya harusnya ternyata capek tapi ternyata kan hanya mengeluarkan domisili tapi bukan warga sini. betulan 
 
Bisa mencapai 80% tapi kenyataannya banyak warga domisili tapi bukan warga kita ini yang yang capaian target nya dibawa tanda-tanda seharusnya sudah sudah 96% tapi kan kita terus mengejar kan capek Kan itu sehingga pada saat pada saat apa pemerintah menggumumkan bahwa Surabaya mencapai 95% dari kuota yang ada menjadikan kita bak mesin itu sesuai dengan standar dari pemerintah harapkan termasuk pedulilindungi sendiri segera mungkin bisa bisa melindungi masyarakatnya ke mana saja?

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu