gerbang baru nusantara

Antisipasi Radikalisme dengan Tingkatkan Keadilan dan Kesejahteraan Masyarakat

Antisipasi Radikalisme dengan Tingkatkan Keadilan dan Kesejahteraan Masyarakat

Norah Hasanah
Senin, 13 Desember 2021
Bagikan img img img img

Muncul dan tumbuhnya faham Liberalisme dan Radikalisme  di kalangan generasi muda Indonesia menyisakan kekhawatiran dan persoalan   yang mengancam   eksistensi Pancasila sebagai ideologi bangsa.  Bagaimana upaya mengantisipasi dan menguatkan moral karakter pemuda inilah yang mendasari digelarnya  program   Sosialisasi Wawasan Kebangsaan  oleh DPRD Provinsi Jatim .  Acara yang diikuti  125 peserta  dan menghadirkan 2 narsum utama yakni, H Muzammil  Syafii, SH. MSI, Ketua Fraksi Partai NasDem  DPRD Jatim dan Eko  Suryono, SH.  anggota DPRD Kabupaten Pasuruan dari Fraksi NasDem  dan  DR Choirul Huda, dari LPBH NU  sebagai moderator ini  digelar di   Hotel Horison,  Pasuruan .

 

Mayoritas peserta  terdiri dari struktural pengurus MWC NU setempat, Pengurus Partai NasDem dan LPBH, serta tokoh masyarakat  yang berasal dari  wilayah Kecamatan Lekok, Grati dan Nguling,. 

 

Dalam kesempatan  menyampaikan paparannya,  Muzammil Syafiri  memberikan uraian tentang bahaya yang mengancam Bangsa Indonesia akibat  faham  Liberalisme dan Radikalisme yang  rentan mengancam  eksistensi Pancasila sebagai ideologi bangsa.  Pihaknya berpendapat,  jika  persoalan serius ini tidak diantisipasi secara  komprehensif  maka akan berakibat fatal  yang akan mengancam  persatuan dan kesatuan bangsa. 

 

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Jatim ini juga menambahkan bahwa, sebenarya,  faham Radikalisme ada di berbagai belahan negara dan ada di semua agama. Kecenderungan radikalisme sering dikaitkan dengan jumlah penganut agama terbanyak di suatu negara. Sebagai contoh, , karena di Indonesia mayoritas penduduknya beragama islam maka dimungkinkan radikalisme dilakukan oleh orang muslim. Sementara di India yang mayoritas beragama Hindu, maka dilakukan oleh orang Hindu . Di Thailand ,  oleh orang Budha dan belahan dunia  yang dilakukan oleh orang Kristen dan Katolik. 

 

Maka sebagai upaya melakukan deradikalisasi bisa dilakukan dengan memberikan pemahaman agar secara benar, Islam sebagai Rohmatan Lil alamin dan Islam wasatiyah atau islam moderat kepada masyarakat diberikan melalui pendidikan formal dan non formal juga pengajian pengajian yang diberikan oleh narsum yang kompeten di bidangnya. Termasuk memberikan pemahaman secara utuh tentang nilai nilai Pancasila secara benar pada masyarakat  melalui acara semacam ini. 

 

Perlu juga ada pembatasan atas kebebasan mengakses di Internet faham faham yang berpotensi memicu  munculnya terorisme dan radikalisme. Negara  harus  hadir dalam mengantisipasi munculnya gerakan gerakan yang mengarah pada Terorisme dan Radikalisme.  Pemerintah  juga hendaknya berusaha semaksimal mungkin dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat karena sikap radikal muncul ketika kemiskinan dan perbedaan yang mencolok antara di kaya dan miskin. Demikian juga, bentuk keadilan masyarakat harus terus diupayakan agar tumbuh kepercayaan pada Pemerintah,  hal hal ini sangat krusial dan  dapat menutup ruang bagi berkembangnya faham radikal.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu