DPRD Jatim Soroti Persaingan Tak Sehat Seleksi Terbuka Sekdaprov Jatim
DPRD Jatim Soroti Persaingan Tak Sehat Seleksi Terbuka Sekdaprov Jatim
Jelang pelaksanaan seleksi assesment terhadap delapan nama peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (JPTM) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, DPRD Jatim mencium gelagat adanya persaingan yang tidak sehat dengan cara mendiskreditkan calon-calon tertentu dengan harapan mereka tak lolos tahapan seleksi berikutnya.
Anggota Komisi A DPRD Jatim, Dr Freddy Poernomo, SH, MH membenarkan jika pihaknya mencium gelagat persaingan tak sehat dalam seleksi terbuka pengisian jabatan Sekdaprov Jatim. Hal itu dapat dilihat dengan munculnya berita pesanan untuk mendiskreditkan beberapa nama kandidat.
"Negara ini adalah negara hukum, jadi dalam persaoalan hukum hendaknya mengedepankan azas legalitas dan paraduga tak bersalah. Orang yang dimintai keterangan dalam kasus hukum itu belum tentu bersalah atau menjadi tersangka," kata politikus Partai Golkar saat dikonfirmasi Selasa (15/3/2022).
Lebih jauh alumnus Fakultas Hukum Unair Surabaya ini berharap apapun isu yang berkembang terkait para kandidat sekda Prov Jatim jangan menjadi tuduhan sepihak karena tidak mengedepankan azas legalitas dan obyektivitas.
"Bagi kami di DPRD Jatim, siapapun berhak ikut mencalonkan asal memenuhi kriteria yang telah ditentukan oleh panitia seleksi. Apalagi delapan nama yang lolos seleksi administrasi itu sudah menjabat eselon II, namun lebih bagus lagi jika mereka juga sudah ikut Diklatpim I walaupun itu bukan syarat wajib," kata Freddy Poernomo.
Begitu juga soal siapa nantinya yang akan terpilih, Freddy menyerahkan sepenuhnya kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk memilih tiga nama yang direkomendasikan Pansel. "Saya menilai delapan nama calon sekdaprov Jatim yang lolos seleksi administrasi itu semuanya sudah layak. Tinggal pansel yang punya penilaian untuk dikrucutkan menjadi tiga nama untuk dipilih oleh Gubernur," imbuhnya.
Senada, anggota DPRD Jatim lainnya, Mathur Husyairi menegaskan bahwa seleksi terbuka pengisian jabatan Sekda Prov Jatim adalah kerja profesional di lingkup birokrasi. Pasalnya, tupoksi sekda Prov definitif adalah mengamankan kebijakan Gubernur sekaligus menjadi kepala TAPD dan pembina OPD di lingkungan Pemprov Jatim.
"Makanya, tak elok jika proses seleksi terbuka ini dibumbuhi persaingan tak sehat yang kental nuansa politis. Seperti mengangkat kembali isu lama kasus-kasus pribadi salah satu kandidat yang sudah memiliki keputusan hukum tetap," tegas politikus asal Madura.
Anggota Komisi E DPRD Jatim itu percaya bahwa anggota Pansel merupakan orang-orang yang profesional dan memiliki kredibilitas sehingga dalam memutuskan siapa yang layak dan patut lolos tahapan seleksi berikutnya dilakukan secara obyektif sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Saya minta pihak-pihak yang berupaya memancing dan memperkeruh suasana proses seleksi terbuka pengisian jabatan Sekda Prov Jatim sadar diri. Jangan lagi Pemprov Jatim dipakai untuk geng-gengan seperti dulu," tegas Mathur Husyairi.
Di sisi lain, Mathur juga berharap kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam memilih sekdaprov Jatim definitif hendaknya memilih orang yang netral dan birokrat murni.
"Sekda Prov Jatim jangan lagi diserahkan pada birokrat yang merangkap politisi supaya tidak membuat gaduh lagi dengan DPRD Jatim," pintanya.
"Sekda Prov itu harus bisa membantu dapur gubernur supaya tak ada lagi One Man Show dan bisa menfasilitasi penyusunan APBD, maupun belanja anggaran yang tak didominasi kepentingan politik sesaat baik pribadi maupun kelompok tertentu," imbuhnya.
Sebagaimana diketahui bersama seleksi assesment oleh lembaga assesment center dijadwaklan pada 16-17 Maret 2022 di Jakarta. Kemudian hasil seleksi assesment center akan diumumkan pada 25 Maret 2022.
Selanjutnya tahapan seleksi penulisan makalah pada 28 Maret 2022, lalu tes wawancara Pansel pada 30 Maret 2022 dan pengumuman hasil akhir seleksi terbuka pengisian jabatan Sekda Prov Jatim pada 1 April 2022.
Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur
Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur










