Urusan Dunia, Selalu Muhasabah dan Istiqomah
Urusan Dunia, Selalu Muhasabah dan Istiqomah
DPD Partai Nasdem Kabupaten Gresik mengadakan acara Ngaji Kebangsaan , Bukber dan Santunan Anak Yatim . acara yang dimasutkan untuk bisa memperetat tali silaturahmi di bulan suci ramadhan ini digelar Sabtu (23/4/2022) . Sekretaris DPD Partai Nasdem Gresik Fuad yang mewakili Ketua DPD Partai Nasdem Gresik H. Saiful Anwar, SH menjelaskan acara ini merupakan ajang silaturahmi dengan para kader Partai Nasdem Kabupaten Gresik. Juga bentuk kepedulian kepada anak yatim.
Kegiatan yang dbuka oleh oleh Ketua Garnita Nasdem Gresik Hj. Erlita Saiful melakukan santunan kepada 300 anak yatim. Pihaknya berharap acara ini akan mampu menumbuhkan jalinan erat dan persaudaraan yang kuat antar kader dan menambah catatan amal baik di sisiAllah SWT. Dan berharap bisa menggelar acara tersebut secara rutin tiap tahunnya.
Dalam kegiatan Ngaji Kebangsaan ini, DR. Ahmad Iwan Zunaih atau disapa Gus Iwan anggota DPRD Propinsi Jatim dari Fraksii Nasdem secara khusus memberikan tausiah terkait materi tentang amalan-amalan ibadah yang afdhol (utama) untuk dilakukan di bulan suci Ramadhan.
Diljelaskan oleh salah satu pengurus PP Sunan Drajat Lamongam ini , bahwa dalam menjalani hiudp kita tidak boleh bangga dengan amalan amalan kebaikan yang kita miliki saat ini. Karena kita semua tidak bisa menjamin apakah amalan ibadah kita iru diterima atau tidak oleh Allah SWT ? Maka kita perlu intropeksi diri. Bagaiman nasib kita disisi Allah SWT nanti, tetapi paling tidak ada 4 hal sesuai yang disampaikan Rasulullah yang bisa menjadi tuntunan dan acuan bagaimana kita bersikap, bertindak berlelakuan dalam menjalani kehidupan ini.
” Rosululloh bersabda, ada 4 hal yang menjadi tanda tanda hamba yang ditakdirkan Allah SWT menjadi orang baik. Yakni, memiliki sifat sifat pertama, terkait urusan dunia, ia selalu melihat ke bawah, sementara yang kedua, jika menyangkut urusan akhirat, melihat orang-orang dengan kualitas ibadah, ahlak, prilakku yang jauh lebih baik di atas kita. Ketiga, tidak selalu mengingat ingat kebaikan yang sudah pernah dilakukan terhadap orang lain dan terakhir, selalu ingat akan dosa-dosa yang telah diperbuat, dan selalu bertaubat kepada Allah SWT . inilah indikasi bahwa seseorang telah memiliki keimanan yang sempurna. “ tambah Ustadz lulusan Tunisia ini.
Ditambahkannya, ada satu hal lagi yang tak kalah penting, yakni, sebagai manusia jangan takabur dan sombong dengan merasa bisa memperoleh hasil, sukses dan lain lainyau karena ihtiyar atau jerih payah diri sendiri, karena sebenarnya kita mampu melakukan dan mendapatkan itu semua karena adanya maunah(pertolongan) dari Allah SWT. Karena kalau sukses, prestasi, pencapaian pencapaian dianggap berasal dari ihtiyah diri, maka tidak ada namanya gagal di dunia ini. Karena pada dasarnya manusia tidak memiliki kemampuan , untuk menggapai segala sesutu di dunia ini. Tidak semua usaha bisa membuahkan hasil., ada kekuatan lebih besar yang memungkinkan ini semua. Tetapi Allah SWTtidak memberikan segala sesuatunya secara sia sia. Untuk itu selain usaha harus mendekatkan diri dengan Allah SWT. Jadi berihtiyar sambil terus berdoa agar yang diinginkan terwujut.
Ia juga megingatkan sebagai hamba harus banyak bersyukur, bisa menjalankan kewajiban puasa di bulan Ramadhan. Momen terbaik untuk melakukan muhasabah(intropeksi diri) apakah telah menjadi hamba Allah SWT yang sesungguhnya ataukah selama ini kita belum sepenuhnya. Jangan puas dan merasa cukup dengan amalan amalan baik itu. Harus istiqomah melaksanakan kewajiban kita. Tetapi terus ditingkatkan kualitasnya, jangan puas dengan ibadah yang sudah kita lakukan selama ini. Kebaikan kebaikan yang kita lakukan kepada Allah SWT akan meningkatkan kemusliman dan kemukminan kita. Imam Ghazali mengatakan, perbuatan baik yang dilakukan tanpa Istiqomah tidak lebih baik dengan perkara buruk yang kita lakukan yang tidak istiqomah. Artinya, kemungkinan kita berbuat baik tanpa istiqomah, bisa saja besok kita melakukan keburukan. Untuk itu untuk berharap rahmad kepada Allah SWT, maka harus menjadi istiqomah (konsisten).
Untuk itu, untuk mencapai derajat kemulyaan di dunia, kita hendaknya tetap mau merubah diri ke arah lebiih baik, lebih baik dan lebih baik lagi. Menjadi hamba yang banyak berharap pertolongan Allah SWT. Agar selalu mendapatkan rahmatnNya. Tetap berikhtiar secara terus menerus baik secara dhohir maupun batin. Dan menimplementasikan perbuatan baik secaa konsisten.










