DPRD Apresiasi Pemerintah dalam Menangani Melonjaknya Harga Pangan
DPRD Apresiasi Pemerintah dalam Menangani Melonjaknya Harga Pangan
Menjelang hari besar umat Islam, Hari Raya Idul Fitri 1443 H-2022. kondisi ekonomi di Jatim masih belum menunjukkan gelagat stabil. Utamanya terkait harga harga sembako yang mulai merangkak naik. Terutama harga minyak goreng yang makin tak terkendali. Tentu saja kondisi ini membuat masyarakat kecil terpukul. Utamanya para pelaku UMKM, yang menjadi kelompok paling terdampak. Selain minyak mejadi bahan baku utama produksi, juga sebagian besar produk yang dihasilkan diolah dengan minyak goreng.
“Persoalan minyak goreng adalah masalah nasional yang tidak mungkin bisa ditangani sendiri oleh Gubernur Jawa Timur. Tetapi setidaknya kita sangat mengapresiasi langkah langkah dan keputusan Gubernur yang melakukan operasi pasar. Setidaknya, ini bisa meminimalisir dampak yang diderita masyarakat terutama para pelaku UMKM. Kita dari Gerindra mendorong Gubernur, agar menjelang lebaran ini Gubernur makin intensif melakukan operasi pasar. Selain mengantisipasi ketersediaanhya, juga memastikan tidak terjadi penimbunan ” kata Politisi muda Gerindra, Muhammad Fawaid yang juga menjabat ketua fraksi Gerindra DPRD Jatim sekaligus anggota Pansus LKPJ.
Tokoh muda anggota DPRD Jatim 2 periode yang baru saja menerima penghargaan PWI Jatim Award 2022 untuk kategori tokoh politik muda Jatim ini juga menambahkan, kondisi carut marut minyak goreng dan sembako ini memang harus segera mungkin bisa dituntaskan karena berdampak kepada kondisi kondusifitas masyarakat. Pihaknya bersama Gerindra juga mendorong Gubernur berkoordinasi dengan semua pihak, baik aparat dan lainnya untuk memastikan tidak akan terjadi penimbunan. Sehingga bisa meminimalisir lonjakan harga.
“Komitmen Gerindra sesuai arahan ketum kami, menyangkut isu rakyat kecil merupakan fokus utama kam. Karena ini kebutuhan pokok masyarakat, sehingga walaupuan ada kenaikan, tidak terlalu membebani rakyat. Juga yang paling terdampak adalah para pelaku UMKM, yang selama ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat kecil. Untuk itu kami di fraksi akan terus memantau dan memastikan eksekutif, kalaupun ada kenaikan, sebisanya bisa seminimalisir mungkin. Dan yang tak kalah penting, ketersediaan harus ada” tambah politisi yang konsen pada program kemandirian ekonomi dan pemberdayaan ekonomi umat melalui majelis tak'lim dan perkumpulan Laskar Shalawat Nusantara. Aktif dalam upaya upaya pelatihan pembekalan keterampilan, penguasaan manajerial usaha mikro. dukungan permodalan dan, fasilitas pasar berbasis digital..
Berapa standar harga ideal, tentu hal ini relatif, tetapi terjaminnya stok dan ketersediaan secara kontinuitas, akan mampu meredam gejolak yang terjadi di masyarakat. Dengan operasi pasar secara intensif , lonjakan harga bisa dimonitor dengan baik.
“ Solusi strategis untuk meningkatkan ekonomi di Jatim menurutnya bisa distabilkan dengan cara menarik investor sebanyak mungkin untuk bisa menginfestasikan dananya di Jatim. Tentu untuk bisa mewujutkan hal ini, salah satu solusinya, kita harus mampu menciptakan situasi dan kondisi kondusif di Jatim. Karena menurut kami yang paling menetukan investor masuk ke Jatim kondusifitas politik yang harus dijaga. Gerindra tetap kominmen menjaga kondusifitas di Jatim. Tentunya tanpa mengurangi kritik yang membangun, ataupun masukan masukan kepada eksekutif secara produktif.” Jelasnya menutup perbincangan.










