gerbang baru nusantara

Perhatian Pemerintah Untuk Madrasah Di Banyuwangi Minim

Perhatian Pemerintah Untuk Madrasah Di Banyuwangi Minim

Try Wahyudi
Senin, 06 Juni 2022
Bagikan img img img img

Kesamaan pendidikan antara swasta dan negeri khususnya dikalangan madrasah di kabupaten Banyuwangi tak merata. Padahal keberadaan sekolah madrasah sangat diperlukan sekali di daerah tersebut.

Anggota DPRD Jatim Ahmad Hadinudin mengatakan kondisi fasilitas dan prasarana di madrasah dikabupaten Banyuwangi sangat tidak memadai.

“Banyuwang itu merupakan kawasan untuk investasi khususnya di sector pariwisata dan lainnya. Tentunya harus ada keseimbangan dari pembentukan SDM di daerah tersebut.  Jika tidak memadai, tentunya hal ini berbahaya. Bisa jadi lapangan pekerjaannya bisa dikuasai orang diluar Banyuwangi,”jelasnya saat dikonfirmasi di Surabaya, senin (6/6/2022).

Politisi Gerindra ini mengatakan pihaknya mengetuk pemkab Banyuwangi untuk memperhatikan generasi muda yang sekolah diluar sekolah negeri.”Ini sudah berapa tahun berjalan sejak bupati Anas hingga pergantian bupati yang saat ini dijabat istri Anas, tak pernah sama sekali menyentuh keberadaan madrasah,”jelasnya.

Ahmad Hadinudin mengatakan jika ingin membangun kabupaten Banyuwangi,tentunya  harus juga membangun masyarakat , terlebih ledakan pertumbuhan generasi muda di wilayah tersebut sangat tinggi.

“Ini sangat penting harus diperhatikan oleh kepala daerah di Banyuwangi,”jelasnya.

Untuk membangun kabupaten Banyuwangi,kata Hadinudin, pihaknya memberikan estimasi perlu disiapkan anggaran Rp 25 Miliar per tahun dianggarkan oleh pemda Banyuwangi untuk pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana madrasah di wilayah tersebut akan tercukupi.

Untuk pembiayaan madrasah, kata Hadinudin, digunakan dana hibah dimana untuk memikirkan persyaratannya harus pemerintah bukan lembaga. “ Untuk memikirkan operasionalnya, lembaga itu sudah kalang kabut,”jelasnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu