Gandeng Dinas Koperasi Dan UKM Jawa Timur, Legislator Agusdono Inisiasi Terbentuknya 1000 Koperasi di Malang Raya
Gandeng Dinas Koperasi Dan UKM Jawa Timur, Legislator Agusdono Inisiasi Terbentuknya 1000 Koperasi di Malang Raya
Anggota DPRD Jawa Timur Agusdono Wibawanto menginisiasi terbentuk UMKM di kawasan Malang Raya. Tak tanggung-tanggung ke depan legislator partai Demokrat tersebut akan merealisasi 1000 UMKM yang tersebar di wilayah Malang Raya. Rencananya untuk tahap awal akan dibentuk 500 UMKM di kawasan Batu dan sekitarnya.
"Wadah yang digunakan yaitu berupa koperasi atau lainnya dimana diharapkan mampu membantu mensejahterakan masyarakat di Malang Raya,"jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (18/8/2022).
Pria bergelar doktor ini mengatakan pihaknya melakukan tersebut sebagai bentuk keprihatin dampak ekonomi adanya pandemi Covid-19."
Semua bisa merasakan adanya pandemi tersebut terutama di sektor perekonomian. Ekonomi masyarakat hancur akibat sehingga membutuhkan bantuan dari semua kalangan,"jelasnya.
Agusdono mengatakan pihaknya tak berhenti dalam upaya pembentukan, namun berupaya untuk membantu UMKM atau koperasi yang dirintis termasuk disektor pemasaran." Saya menggandeng puluhan pasar modern misalnya alfamart maupun indomaret dan sejenisnya untuk membantu memasarkan produk yang dihasilkan. Pihak pasar modern menanggapinya positif dan mereka bahkan mengajukan diri untuk membantunya,"ujar pria yang akrab dengan wartawan ini.
Untuk realisasinya, kata Agusdono, pihaknya telah menggandeng Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Jawa Timur untuk memberikan bantuan berupa pelatihan dan membantu untuk memasarkannya." Kalau bisa tentunya
membantu bantuan suntikan modal mengingat ada anggaran APBD Jawa Timur untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat terdampak covid-19,"tutupnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) saat ini fokus meningkatkan pemulihan ekonomi. Lantaran, penyebaran pandemi virus COVID-19 di Jawa Timur memerlukan perhatian yang cukup serius karena menimbulkan korban jiwa serta kerugian material dan telah berdampak pada aspek sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
Pemprov Jawa Timur berupaya untuk mengeluarkan beberapa kebijakan sosial ekonomi di antaranya adalah mengamankan kelancaran pemasaran dan distribusi produk pertanian, restrukturisasi kredit bagi pelaku ekonomi terdampak, padat karya tunai (cash for work) untuk pelaku ekonomi kecil terdampak, dan jaring pengaman sosial (social safety
net).
Sedangkan terkait dengan persiapan new normal di Jawa Timur, pemerintah provinsi juga tengah menyiapkan manajemen data terkait COVID-19 untuk menjadi lebih rapi dan satu pintu. Sehingga lebih mudah dalam menentukan langkah dan mengambil keputusan.










