DPRD Jatim Dukung Efisiensi BBM Lewat Optimalisasi Transportasi Publik
Komisi E DPRD Jawa Timur mendukung langkah efisiensi energi melalui optimalisasi transportasi publik terintegrasi guna mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan meningkatkan pelayanan publik.
Transportasi Publik Dinilai Jadi Solusi Efisiensi BBM
SURABAYA — Komisi E DPRD Jawa Timur mendukung upaya pemerintah dalam melakukan efisiensi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), melalui optimalisasi transportasi publik yang terintegrasi.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menjelaskan bahwa pengurangan penggunaan kendaraan pribadi dapat membantu menekan konsumsi BBM sekaligus mengurangi kemacetan dan meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat.
“Kalau kita ingin melakukan efisiensi, salah satunya melalui transportasi publik. Hal itu bukan hanya menjadi bentuk efisiensi bahan bakar, tetapi juga menjadi perwujudan sebagai negara maju,” kata Cahyo, Jumat (03/04/2026).
Menurutnya, negara-negara maju umumnya mengandalkan sistem transportasi publik yang terintegrasi dan mudah diakses masyarakat sehingga ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dapat ditekan.
Surabaya Dinilai Mulai Tunjukkan Kemajuan Transportasi Publik
Cahyo menilai sistem transportasi publik di negara maju lebih mengutamakan integrasi antarmoda dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi sebagai sarana mobilitas utama.
Ia menyebut Kota Surabaya mulai menunjukkan perkembangan positif dalam pengembangan transportasi publik yang semakin terintegrasi dan mampu melayani kebutuhan masyarakat perkotaan.
“Di Surabaya, kita sudah memiliki cukup banyak transportasi publik yang mulai berjalan dengan baik,” ujarnya.
Baca Selengkapnya:
-
Perhatian DPRD Jawa Timur terhadap persoalan distribusi dan dampak sektor energi, termasuk insiden tumpahan solar yang berpotensi memengaruhi lingkungan dan aktivitas masyarakat
-
Contoh penggunaan transportasi alternatif oleh unsur pimpinan DPRD Jawa Timur sebagai bentuk dukungan terhadap efisiensi energi dan pengurangan emisi
-
Perhatian DPRD Jawa Timur terhadap dampak kelangkaan BBM subsidi bagi nelayan dan pentingnya menjaga ketersediaan energi bagi sektor produktif masyarakat
Penggunaan Sepeda Jadi Alternatif Penghematan Energi
Selain pengembangan transportasi publik, Cahyo mengapresiasi sejumlah kepala daerah yang menerapkan kebijakan penggunaan sepeda untuk aktivitas kerja sebagai bagian dari upaya penghematan energi.
“Di beberapa daerah ada yang menggunakan sepeda kayuh dan sebagainya. Saya rasa itu merupakan salah satu cara untuk melakukan penghematan energi,” ucapnya.
Langkah tersebut dinilai mampu menjadi contoh bagi masyarakat dalam membangun budaya transportasi yang lebih hemat energi, ramah lingkungan, dan sehat.
Efisiensi Energi Tidak Harus Mengandalkan WFH
Menurut Cahyo, kebijakan work from home (WFH) atau kerja dari rumah bukan satu-satunya pilihan dalam upaya menghemat energi.
Ia menilai masih banyak alternatif kebijakan yang dapat diterapkan pemerintah tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
“Kalau hanya mengandalkan WFH dengan menambah harinya, tentu dapat mengurangi optimalisasi pelayanan publik dan hal ini harus diperhatikan dengan baik,” katanya.
Karena itu, kebijakan efisiensi energi harus dirancang secara seimbang agar tujuan penghematan dapat tercapai tanpa mengganggu kinerja pelayanan publik.
DPRD Jatim Dorong Ketahanan Energi dan Pelayanan Publik Tetap Optimal
DPRD Jawa Timur mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat sistem transportasi publik, meningkatkan efisiensi energi, serta menjaga kualitas pelayanan publik di tengah upaya penghematan energi nasional.
Menurut DPRD Jatim, efisiensi penggunaan BBM tidak hanya berdampak pada penghematan anggaran dan energi, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan energi daerah dalam jangka panjang.










