Pertalite Dikabarkan Naik, Dewan Jatim Harap Dibarengi Kompensasi
Pertalite Dikabarkan Naik, Dewan Jatim Harap Dibarengi Kompensasi
Pemerintah berencana melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Salah satunya adalah jenis pertalite menjadi Rp 10 ribu per liter.
rnAnggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur (DPRD Jatim), Daniel Rohi mengaku prihatin dengan rencana kenaikan harga BBM Bersubsidi tersebut.
rnMenurutnya, mengingat saat ini kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih, dampak dari pandemi Covid-19 yang melanda dunia selama dua tahun terakhir.
rn"Oleh sebab itu menurut saya Pemerintah perlu mengkaji dengan serius dampak-dampak yang akan ditimbulkan jika kenaikan itu harus terjadi," ujarnya kepada RRI Surabaya, Rabu (24/8/2022).
rnDijelaskan Daniel, setidaknya pemerintah harus menjelaskan kepada masyarakat, penyebab-penyebab yang membuat BBM bersubsidi harus mengalami kenaikan.
rn"Sehingga masyarakat bisa memahami alasan alasan rasional dari pada kenaikan tersebut," imbuhnya.
rnNamun demikian, lanjut Politisi PDIP ini, kalau memang kenaikan tersebut terpaksa harus dilakukan untuk mengurangi beban ekonomi yang ditanggung oleh Negara, maka kenaikan tersebut perlu dibarengi dengan tindakan pemberian kompensasi.
rn"Atau subsidi kepada masyarakat tertentu, yang terkena dampak langsung dari pada kenaikan tersebut," tuturnya.
rnDia berharap, kenaikan itu nantinya tidak bersifat permanen. Sehingga, jika faktor-faktor kenaikan itu karena fluktuasi harga minyak dunia yang tidak menentu, namun ketika harga minyak dunia semakin turun maka perlu agar ada penyesuaian.
rn"Atau penurunan kembali harga BBM bersubsidi tersebut," pintanya.










