Santri Harus Mampu Tampilkan Prilaku Positif yang Bisa Diteladani
Santri Harus Mampu Tampilkan Prilaku Positif yang Bisa Diteladani
Peran dan kontribusi lulusan pesantren telah terbukti mampu tampil di garda terdepan dalam ikut mengisi perjalanan kemerdekaan bangsa ini. Pemimpin dari kalangan santri sejak dahulu sudah terlibat aktif dalam kepemimpinan nasional, termasuk juga di masa sekarang. Untuk itu , peran kepemimpinan mereka ini perlu terus ditingkatkan untuk mendukung pembangunan bangsa.
rnUntuk itu, santri perlu untuk terus meningkatkan potensi dan kualitas diri baik keterampilan maupun kecakapan untuk bisa adaptif dengan berbagai perubahan zaman yang bergerak sangat cepat. Kecakapan dalam menguasai ilmu agama dan pengetahuan umum. Ia juga mampu menampilkan karakter inklusif, mampu menangkap isu isu kontemporer, terutama isu sosial dan politik. Sehingga memahami perannya dengan baik.
rn“Santri harus memiliki empati yang tinggi terhadap lingkungannya. Peduli pada situasi masyarakat sekitarnya. Faham bagaimana menempatkan diri dan mampu memberikan solusi bagi setiap masalah yang muncul. Untuk menjadi pemimpin nasional yang handal harus banyak belajar banyak hal. Pemimpin yang dihasilkan dari pesantren lembaga yang merdeka, independen dan unik yang tidak bisa diintervensi pemerintah. Semangatnya harus menjadi pemimpin. Karena khairunnas anfa’uhum linnas, yaitu menjadi orang yang bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Santri harus mampu berkiprah maksimal sesuai kontek zamannya“ jelas Muzammil Syafii, anggota komisi A DPRD Jatim dari fraksi Nasdem.
rnSehingga pemerintah melalui Kementerian Agama memfasilitasi berbagai program untuk mengoptimalisasi kualitas pendidikan dan lulusan pesantren dalam rangka mencetak calon-calon pemimpin nasional masa depan
rnSantri dan santriwati harus mampu tampil sebagai Pemimpin masa depan di semua sektor baik nasional maupun regional. Seiring perkembangan zaman, saat ini santri telah berhasil menjadi kelompok yang paripurna dalam ilmu agam, namun juga menguasai ilmu pengetahuan dan tehnologi, sehingga tak mengherankan jiga banyak pimpinan, guru besar dan doktor berlatar belakang lulusan pesantren.” jelas anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Muzammil Syafii
rnOleh karena itu , ia berharap santri di masa kini harus mampu tampil sebagai penggerak perubahan zaman ke arah positif. Mampu menjadi inovator, motivator dan dinamisator dalam pembangunan berbagai aspek. Juga menampilkan prilaku unggulan ahlaqul karimah, yang bisa menampilkan image positif yang bisa diteladani.










