Pelaku UMKM Harus Aplikasikan Digital Marketing di Era Digitalisasi
Pelaku UMKM Harus Aplikasikan Digital Marketing di Era Digitalisasi
Pelaku UMKM harus segera berbenah, berkembang dan memoles diri agar produknya dikenal dan diminati pasar. Untuk itu, tidak hanya mutu dan kualitas, namun kemasan harus kompetitf. Ini adalah beberapa kiat yang disampaikan Dr. Achmad Iwan Zunaih, anggota DPRD Jawa Timur, dari fraksi Nasdem. Laki-laki yang akrab disapa Gus Iwan ini memberikan motivasi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Gresik. Dalam agenda kegiatan melaunching UMKM binaan organisasi Rakyat Pantura Bersatu (RPB) yang berlangsung di area wisata kolam renang Ocean Kids, Desa Sambogunung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik (6/12/2022).
Gus Iwan juga memberikan dukungan dan saran terkait penggunaan aplikasi digital marketing dalam upaya pemasaran dan promosi produk UMKM. Mengingat pemanfaatan digital marketing dan fungsinya dalam mendongkrak penjualan sangat praktis dan efektif. Tetapi pihaknya tetap mengingatkan, agar kemasan produk didesain semenarik mungkin, sehingga mampu menjadi magnit pembeli. Harus memiliki ethnicity dan budaya lokal, sehingga menawarkan kekhasan tersendiri. Produk harus kompetitis supaya bisa bersaing dipasar global.
“Para pelaku UMKM harus pandai menciptakan produk yang menarik, baik dari sisi cita rasa, varian produk hinggs model kemasan, hal ini memungkinkan bisa memberikan banyak piihan dan alternatif bagi pembeli,” kata pria yang juga menjabat rektor INSUD(Inttitut Pesantren Sunan Drajat) ini.
“Karena kita sudah memasuki era digitalisasi, maka harus bisa memanfaatkan digital marketing untuk memudahkan proses promosi dan penjualan. Menggunakan berbagai aplikasi berbasis teknologi untuk hasil yang lebih praktis, efisien dan efektif. Karena eranya persaingan produk tidak lagi berkompetisi secara lokal tapi kita sudah memasuki ranah pangsa pasar global. Kualitas dan mutu juga harus ditingkatkan untuk meningkatkan daya saing di pasaran”, tambahnya.
“Karena itu pelaku UMKM harus diberi pelatihan, pendampingan dan mengimbau kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk lebih giat merangkul para komunitas UMKM khususnya di area tempat wisata. Baik Disparbud maupun Dinas Koperindag, agar saling bersinergi membangun kemitraan bersama komunita pelaku UMKM. Agar UMKM bisa tumbuh pesat dan berkembang bersama sama.” tambah anggota Komisi B DPRD Jatim ini.
Hadir dalam kesempatan tersebut, perwakilan Diskoperindag Gresik, ratusan pengurus dan pelaku UMKM binaan RPB dari Kecamatan Panceng, Kecamatan Dukun, Kecamatan Ujungpangkah, Kecamatan Sidayu, Kecamatan Bungah, Kecamatan Manyar, Kecamatan Menganti dan Kecamatan Kebomas.










