Wakil Ketua DPRD Jatim Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Berani Berinovasi
Kab. Sidoarjo – Masa reses yang dilaksanakan mulai sejak tanggal 22 Maret hingga 29 Maret 2023 dimanfaatkan dengan baik oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur untuk melakukan serap aspirasi di daerah pilihannya terhadap para pemilihnya yang sering disebut konstituen.
Kab. Sidoarjo – Masa reses yang dilaksanakan mulai sejak tanggal 22 Maret hingga 29 Maret 2023 dimanfaatkan dengan baik oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur untuk melakukan serap aspirasi di daerah pilihannya terhadap para pemilihnya yang sering disebut konstituen.
Hal ini juga dilaksanakan oleh Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Anik Maslachah yang melakukan serap aspirasi dalam rangka reses I Tahun 2023 di Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jum’at (24/3/2023)
Anik mendorong para pelaku ekonomi kreatif ataupun pelaku UMKM untuk lebih berani berinovasi. “Saya bangga karena banyak perempuan yang ada dibalik pelaku ekonomi kreatif dan UMKM yang hari ini hadir saat ini. Ini bukti sekaligus motivasi agar kedepannya para pelaku ini harus lebih berani untuk berinovasi mengikuti perkembangan jaman sekarang,” ujar Anik.
Anik Maslachah berharap para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM terus menumbuhkan kreatifitas dari sumber daya dan dikolaborasikan dengan era teknologi, dimana segala aktivitas harus terdigitalisasi.
"Peluang itulah yang harus ditangkap oleh masyarakat Jatim. Berapa yang dimiliki modalnya, senyampang dia mampu berkreasi untuk menciptakan pekerjaan. Semisal jualan cilok, rujak manis, jualan pakaian dengan era digitalisasi tidak perlu buka stan, tidak perlu buka butik. Cukup dengan bagaimana bisa memanfaatkan teknologi ini dengan marketplace," imbuhnya.
Dorongan ini diberikan Anik kepada masyarakat yang ada di dapil Sidoarjo. Pasalnya, banyak masyarakat yang selalu mengeluhkan kepada pemerintah terkait kebutuhan pelatihan, akses agar bisa masuk pasar yang dimiliki pemerintah Jatim serta intervensi dengan modal lunak
"Ini butuh dukungan aktif dari Pemerintah juga. Banyak masyarakat yang tidak tahu jadi butuh sosialisasi. Untuk masalah pinjaman yang penting tidak terlalu rumit untuk persyaratannya," tutur Anik.










