Keluhan Kemacetan Parah Area Junada dan Jalan Rusak
Reses hari ke empat rangkaian pelaksanaan Reses 1 Tahun 2023 anggota DPRD Provinsi Jatim dari PAN, H Muh Khulaim Junaidi S.P.MM, digelar di desa Banjar Kemuning,Betro, Sidoarjo/. Dihadiri sekitar 130 orang yang, Sidoarjo yang terdiri dari para tokoh masyarakat, tokoh agama, petani, pelaut, pelaku UKM dan masyarakat umum. Beda dengan reses reses hari hari sebelumnya, kali ini masyarakat cukup leluasa menyampaikan aspirasinya. Berharap segera mendapatkan solusi dari tiap permasalahan yang disampaikan.
Reses hari ke empat rangkaian pelaksanaan Reses 1 Tahun 2023 anggota DPRD Provinsi Jatim dari PAN, H Muh Khulaim Junaidi S.P.MM, digelar di desa Banjar Kemuning,Betro, Sidoarjo/. Dihadiri sekitar 130 orang yang, Sidoarjo yang terdiri dari para tokoh masyarakat, tokoh agama, petani, pelaut, pelaku UKM dan masyarakat umum. Beda dengan reses reses hari hari sebelumnya, kali ini masyarakat cukup leluasa menyampaikan aspirasinya. Berharap segera mendapatkan solusi dari tiap permasalahan yang disampaikan.
Pada umumnya , warga masyarakat mengeluhkan problem kemacetan yang terjadi di area jalan Sedati, Betro yang memanjang sampai ke arah jalan perempatan by pass arah bandara Internasional Juanda. Kemacetan parah ini terjadi hampir sepanjang hari. Selain akibat pembuata frontage di sisi jalan raya Juanda n juga imbas dari pembangunan fly over Alona.. Di samping itu masyarakat juga mengeluhkan kerusakan di jalan lingkar timur yang belum juga ada penaganan sampai saat ini.
Menerima keluhan warga masyarakat Banjar Kemuning, Khulaim berjanji akan menindaklanjuti dan mencarikan solusi secepatnya. Tetapi ia juga menekankan bahwa saat ini memang sedang ada pembangunan proyek fly over Alona yang membutuhkan waktu ckup lama untuk selesai. Selama pembangunan ini beum selesai. Imbas kemacetan akan selalu terjadi di kawasan raya Juanda. Tetapi pihaknya berharap, realisasi fly over alona berjalan lancar sehingga segera mampu mneguraikan
Warga juga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan pembanguan madrasah di desa Banjar Kemuning., Setidaknya, bantuan untuk mendukung penyelengaraan pendidikan ini mampu memfasilitasi kebutuhan warga akan pendidikan dasar berbasis agama. Program yang direalisasikan politisi PAN ini telah sesuai dengan harapan dan keinginan warga Banjar Kemuning.
“kalau ada keinginan, keluhan, aspirasi, uneg uneg monggo disampaikan, Insya Allah saya akan berusaha membantu semaksimal mungkin sesuai program pembangunan yang menjadi tarjet kita bersama. Barangkali ada pemikiran untuk memajukan desa. Membangun fasilitas fasilitas umum guna kemaslahatan bersama. Tetapi harap bisa membedakan mana pembangunan yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten Sidoarjo. Kami di DPRD Provinsi Jatim hanya membantu yang sifatnya kecil kecil.” Ujar Khulaim.
Khulaim menambahkan pihaknya sangat mengapresiasi semangat warga masyarakat Sidoarjo yang antusias menggeluti bidang usaha UMKM. Karena UMKM tidak hanya berpeluang memajukan ekonomi warga masyarakat, tapi juga berpeluang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nasional. Peran UMKM sangat besar untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia, dengan jumlahnya mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha. Kontribusi UMKM terhadap PDB juga mencapai 60,5%, dan terhadap penyerapan tenaga kerja adalah 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja nasional.
Problem mayoritas pelaku UMKM di Sidoarjo adalah belum memiliki akses permodalan dari perbankan maupun lembaga keuangan bukan bank. Hambatan pembiayaan yang dialami UMKM menjadi landasan bagi Pemerintah untuk memberikan dukungan fasilitas pembiayaan lainnya, antara lain Dagulir dari Bank Jatim , Bank BPR Jatim dan Bank UMKM Jatim.dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Dengan demikian, tantangan UMKM ke depan yang harus diatasi bersama oleh segenap stakeholders terkait antara lain berkaitan dengan inovasi dan teknologi, literasi digital, produktivitas, legalitas atau perizinan, pembiayaan, branding dan pemasaran, sumber daya manusia, standardisasi dan sertifikasi, pemerataan pembinaan, pelatihan, dan fasilitasi, serta basis data tunggal.










