Dewan Minta Hewan Qurban Dipantau Maksimal
Pemeriksaan secara massal dan pemberian vaksin terhadap ternak yang akan menjadi hewan Qurban diharapkan bisa upaya untuk mencegah munculnya PMK dan penyakit hewan ternak lainnya jelang hari raya Qurban yang tinggal beberapa hari lagi.
Surabaya: Pemeriksaan secara massal dan pemberian vaksin terhadap
ternak yang akan menjadi hewan Qurban diharapkan bisa upaya untuk
mencegah munculnya PMK dan penyakit hewan ternak lainnya jelang hari
raya Qurban yang tinggal beberapa hari lagi.
Dibeberkan olehnya, pada saat-saat seperti sekarang, tentunya Dinas
Peternakan Kabupaten/Kota dan Provinsi harus siaga dan meningkatkan
kewaspadaan. Bahwa masing-masing hewan harus dilakukan pengecekan dan
monitoring serta diberikan surat jalan yang diambil dari satu titik ke
titik lain," ucapnya.
"Tak hanya itu, pencegahan Lumpy Skin Disease (LSD) lewat vaksinasi
terus dilakukan. Hingga saat ini, Kementerian Pertanian sedang
menyiapkan sekitar 200 ribu vaksin LSD untuk Jawa Timur,"jelasnya,
senin (19/6/2023).
Rohi sekilas menjelaskan penyakit LSD adalah penyakit yang disebabkan
oleh virus yang menyerang ternak sapi dan kerbau dan sudah dinyatakan
wabah di Provinsi Riau pada bulan Februari 2022, dengan penyebaran
melalui vektor dan kontak langsung dengan ternak yang sakit.
"Walaupun tidak menular ke manusia, tapi daging ternak yang terinfeksi
LSD tidak layak dikonsumsi, karena mengalami kekurangan nutrisi
protein. Daging tersebut mengalami lack of nutrient protein asam
amino," tambahnya.
Diungkapkan oleh politisi dari dapil Malang Raya ini,jika nantinya ada
ternak hewan qurban asal luar Jatim masuk, maka perlu ada pemeriksaan
di setiap jalur pintu masuk akses ke Jawa Timur." Dirikan pos pantau
di pemeriksaan. Jangan sampai ternak asal luar Jatim membawa penyakit
menular yang mengancam kesehatan hewan ternak di Jatim. Sekali lagi
harus betul-betul pengawasan ketat untuk itu,"ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan dari data yang masuk, proyeksi
kebutuhan sapi kurban di Jawa Timur mencapai 56.851 ekor sementara
ketersediaan 1.003.700 ekor. Sedangkan, kebutuhan kambing
diperkirakan sebesar 211.951 ekor, sementara ketersediaan 727.600
ekor. Adapun kebutuhan Domba sekitar 35.291 ekor sementara
ketersediaan 277.000 ekor dan kerbau diperkirakan kebutuhan 13 ekor
sementara ketersediaan 4.250 ekor.










