gerbang baru nusantara

Muncul di Malang, Waspada Beredar Beras Premium Palsu

 Anggota DPRD Jawa Timur Siadi mengingatkan masyarakat untuk waspada akan peredaran pemalsuan beras premium. Pasalnya, beras-beras palsu tersebut adalah beras subsidi bulog lalu di jual ke masyarakat dengan harga tinggi.

Try Wahyudi
Rabu, 20 Maret 2024
Bagikan img img img img
 Anggota DPRD Jawa Timur Siadi

 Anggota DPRD Jawa Timur Siadi mengingatkan masyarakat untuk waspada akan peredaran pemalsuan beras premium. Pasalnya, beras-beras
palsu tersebut adalah beras subsidi bulog lalu di jual ke masyarakat dengan harga tinggi.

"Sekarang ini harga beras khususnya premium tinggi sehingga banyak cara oknum untuk mengeruk keuntungan dengan mengganti kemasan beras
subsidi bulog dengan kemasan beras premium,"terang politisi Golkar ini, Rabu (20/3/2024).

Siadi lalu mencontohkan adanya pemalsuan beras tersebut yang berhasil diungkap Polres Malang dalam beberapa hari kemarin.
korps berbaju coklat tersebut, lanjut dia, mengungkap kasus tindak pidana perlindungan konsumen dan pangan terkait pengemasan kembali
beras Bulog program SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan) menjadi kemasan premium.

"Pengungkapan tersebut bermula ketika tim satgas pangan Polres Malang melakukan penyelidikan hingga mendapati informasi jika tersangka EH
kerap menyalahgunakan beras SPHP subsidi Pemerintah kemudian dijual kembali untuk mendapat keuntungan pribadi,"terangnya.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka EH mengubah kemasan Beras Bulog SPHP ukuran 50 Kg yang penjualan dan harganya diatur oleh Pemerintah,
yakni sejumlah Rp.10.900,- per Kg.Beras tersebut kemudian dikemas ulang dengan kemasan merk ‘Raja Lele’ dan ‘Ramos Bandung’ dengan
ukuran 25 Kg dan 5 Kg lalu dijual dengan harga Rp. 14 ribu hingga Rp.16 ribu per Kg.

“Modus operandi yang bersangkutan dengan membuat repacking pengemasan ulang ini dijual dengan rata-rata per Kg-nya menjadi Rp.14 ribu yang
tentunya ini melebihi harga eceran tertinggi yang sudah ditentukan,” terangnya.

Sebelumnya di Polres Malang, Satreskrim polres tersebut berhasil membongkar jaringan pemalsu beras Bulog menjadi kemasan
premium.Tersangka EH berhasil diamankan tim Satgas Pangan Satreskrim Polres Malang di toko beras miliknya di Jalan Kubu, Desa Kidal,
Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jum'at (15/3/2024).

“Modus operandi yang bersangkutan dengan membuat repacking pengemasan ulang ini dijual dengan rata-rata per Kg-nya menjadi Rp. 14 ribu yang
tentunya ini melebihi harga eceran tertinggi yang sudah ditentukan,” terangnya.Untuk mengelabuhi aksinya, tersangka memanfaatkan toko beras
miliknya sebagai tempat pengemasan ulang kemasan beras agar tidak dicurigai petugas.

"Sedikitnya EH telah meraup keuntungan sejumlah Rp 45 juta selama beroperasi," jelasnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu