gerbang baru nusantara

Rawan Timbulkan Bencana, La Nina Segera Masuk di Jawa Timur

Fenomena El Nino yang akan segera berakhir dan berganti dengan La Nina akan segera terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, salah satunya di Jawa Timur.

Try Wahyudi
Jumat, 22 Maret 2024
Bagikan img img img img
Anggota komisi D DPRD Jawa Timur Deni Prasetyo

Fenomena El Nino yang akan segera berakhir dan berganti dengan La Nina akan segera terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia,
salah satunya di Jawa Timur.

Menurut anggota komisi D DPRD Jawa Timur Deni Prasetyo mengatakan La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah
hujan bulanan di Indonesia hingga 40% di atas normalnya. Namun demikian dampak La Nina tidak seragam di seluruh Indonesia.

"Peningkatan curah hujan seiring dengan awal musim hujan disertai peningkatan akumulasi curah hujan akibat La Nina berpotensi menjadi
pemicu terjadinya bencana hidro-meteorologis seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, hujan es hingga badai es," jelas politisi NasDem ini, Jumat  22 Maret 2024.

Untuk itu, Deni mengatakan dirinya minta agar masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus mengantisipasi daripada dampak
buruk yang ditimbulkan. " Daerah-daerah yang menjadi langganan dampak ekstrem bencana harus diantisipasi sedini mungkin jangan sampai ada
korban jiwa yang banyak,"jelasnya.

Denu lalu mengambil contoh di kabupaten Jember yang bisa dikata daerah yang selalu menjadi langganan bencana. "Saya mengingatkan masyarakat
Jember khususnya di sekitaran perairan adanya bencana misalnya angin robb dan lainnya," terangnya.

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena La Nina yang telah berlangsung selama empat tahun terakhir
kini akan kembali menguat dan menyapa Indonesia pada Juli 2024. Kondisi ini bisa berdampak pada peningkatan hujan di sebagian wilayah
Indonesia dan musim kemarau lebih mundur dari perkiraan sebelumnya.

Menurut BMKG, La Nina akan memicu kondisi lebih basah dibandingkan kondisi normal, sehingga meningkatkan risiko hujan ekstrem yang
merugikan lahan pertanian serta memicu potensi berkembangnya hama dan penyakit tanaman. Hal itu ditandai dengan indeks ENSO (El Nino
Southern Oscillation) setidaknya -0,5 derajat celcius dari rata-rata selama setidaknya tiga bulan berturut-turut.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu