Polres Malang Ungkap Home Industri Sabu, Siadi : Jutaan Jiwa Anak Muda Terselamatkan
Anggota DPRD Jawa Timur Siadi mengatakan pihaknya memberikan apresiasi terhadap polres Malang yang berhasil membongkar home industry sabu di Malang.
Anggota DPRD Jawa Timur Siadi mengatakan pihaknya memberikan apresiasi terhadap polres Malang yang berhasil membongkar home industry sabu di Malang.
"Narkotika merupakan upaya merusak generasi bangsa terutama di Malang. Kami tentunya memberikan apresiasi atas pengungkapan tersebut,"terang
politisi Golkar ini, Sabtu (20/4/2024).
Siadi mengatakan penemuan ini merupakan hasil dari pengembangan kasus sebelumnya yang melibatkan peredaran narkotika." Informasi yang saya
dapat produksinya disebuah rumah dan dilakukan oleh pemilik rumah tersebut," jelasnya.
Dibeberkan oleh dia, para tersangka membuat sabu dari belajar secara otodidak. " Dari informasi yang saya dapat juga para tersangka ini
tidak ada lulusan sarjana kimia, Namun mereka belajar memproduksi sabu secara otodidak," terangnya.
Ditambahkan oleh Siadi, dengan berhasil mengungkap kasus tersebut, telah terselamatkan nasib jutaan anak muda di Malang dari ancaman
bahaya narkoba. " Tentunya keberhasilan ini patut diapresiasi mengingat keselamatan jiwa anak muda di Malang Raya bisa dimaksimalkan," sambungnya.
Siadi lalu menjabarkan dampak negatif narkoba diantaranya bisa mengakibatkan kecanduan, gangguan serius, penyakit dan kematian. Pada
anak remaja, menyalahgunakan narkoba bisa membuat mereka mengembangkan masalah kesehatan orang dewasa, seperti penyakit jantung, tekanan
darah tinggi, dan gangguan tidur.
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Malang berhasil menemukan kegiatan produksi narkotika jenis sabu yang dilakukan di rumah sendiri di wilayah Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
Kepala Satresnarkoba Polres Malang, AKP Aditya Permana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menangkap tiga orang yang diduga terlibat secara
aktif dalam pembuatan sabu.Mereka adalah NK (40), IW (29), dan MS (27), yang ditangkap pada Rabu 17 April 2024.Lebih lanjut, AKP Aditya
menjelaskan bahwa NK dan MS bertanggung jawab atas pembuatan sabu di rumah tersebut.
Sementara IW bertugas sebagai pengawas dan mengatur tugas-tugas keduanya."Dalam rumah tersebut, kami menemukan banyak peralatan dan
obat-obatan yang diduga sebagai bahan baku narkotika," katanya.










