Berita
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Mathur Husyairi
Berita Dewan

Legislator Asal Madura ini Minta Pembangunan di Jatim Diimbangi Pemerataan

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Mathur Husyairi meminta untuk kedepannya pembangunan Jatim tidak hanya berorientasi kepada tingkat pertumbuhan yang tinggi. Namun hal yang terpenting adalah pembangunannya harus diimbangi dengan pemerataan.

Adi Suprayitno Sabtu, 27 April 2024

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Mathur Husyairi meminta untuk kedepannya pembangunan Jatim tidak hanya berorientasi kepada tingkat pertumbuhan yang tinggi. Namun hal yang terpenting adalah pembangunannya harus diimbangi dengan pemerataan.

Mathur menjelaskan, kurangnya pemerataan pembangunan di Jawa Timur bisa menyebabkan tingginya angka bunuh diri di Jatim. Berdasarkan data Pusat Kriminal Nasional (Pusiknas) Polri, sebanyak 640 kasus bunuh diri terjadi sejak Januari – Juli 2023. Jumlah ini meningkat sebesar 31,75 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebanyak 486 kasus. Jatim menempati urutan kedua sebanyak 123 kasus, setelah Jawa Tengah sebanyak 241 kasus, dan urutan ketiga Bali dengan 60 kasus bunuh diri.

“Tingginya kasus bunuh diri di Jatim ini harus menjadi renungan dan refleksi bagi kita semua, termasuk pemerintah Provinsi dalam menjalankan program pembangunan,” pintanya, Sabtu 27 April 2024.

Klaim Pemerintah Provinsi bahwa pembangunannya positif dan mendapat banyak penghargaan tak sebanding dengan realitas sosial-masyarakat yang menyedihkan. Tingginya kasus bunuh diri di Jawa Timur, memberi peringatan dan pelajaran bagi para pemegang amanah sebagai decision maker pembangunan Jawa Timur.

“Peristiwa tersebut harus menjadi bahan koreksi dan refleksi bagi kita semua dalam mendesain dan menjalankan pembangunan daerah yang lebih mensejahterakan dan membahagiakan manusia,” tambahnya.

Mathur menegaskan, melihat realita di masyarakat, Pemprov Jatim harus berupaya agar pertumbuhan mengarah ke daerah-daerah yang selama ini masih minus, atau daerah-daerah periperi. Dengan begitu, disparitas pendapatan kelompok masyarakat dan disparitas wilayah antar satu daerah dengan daerah yang lain dapat dikurangi secara signifikan.

“Pembangunan juga tak hanya sekedar membangun fisik daerah dengan menampilkan aksesoris-aksesiris yang kemewahan yang sifatnya fisik.  Tapi yang jauh lebih penting adalah pembangunan manusia dari sisi emosionalitas, intelektualitas dan spiritualitas,” tuturnya.

Anggota Fraksi PKS, PBB dan Hanura DPRD Jawa Timur tersebut menilai pembangunan yang dimaksud harus senergis-komulatif. Dengan demikian, pembangunan akan melahirkan produk-produk SDM yang unggul dan kasus bunuh diri setidaknya dapat dicegah.